Showing posts sorted by relevance for query dukungan-terhadap-guru-menjalankan-tugas. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query dukungan-terhadap-guru-menjalankan-tugas. Sort by date Show all posts

Wednesday, 24 January 2018

Pasti Dapat Pentingnya Pemberian Terhadap Guru Dalam Menjalankan Kiprah Di Kala Milennial

Pentinya santunan terhadap guru dalam menjalankan kiprah di kala milennial – Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November. Peringatan HGN setiap tahun merupakan salah satu momentum penting untuk mengingatkan seluruh komponen bangsa untuk memperlihatkan santunan terhadap guru dalam menjalankan tugasnya.

Pentinya santunan terhadap guru dalam menjalankan kiprah di kala milennial PASTI BISA Pentingnya Dukungan Terhadap Guru dalam Menjalankan Tugas di Era Milennial
Dukungan terhadap guru dalam menjalankan kiprah (doc.matrapendidikan.com)

Artikel pendidikan singkat kali ini sengaja diturunkan dalam rangka menyambut HGN tanggal 25 November 2018.

Tugas guru tidak menjadi lebih ringan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Justru dalam kala milennial, kiprah guru semakin menerima tantangan dalam mencerdaskan anak bangsa.

Konsekuensi kemajuan di kala milennial tersebut semakin kasatmata menempatkan guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi. Media berguru yang ada ketika ini ibarat komputer dan internet, juga tak kalah gesit dalam menyajikan info yang diperlukan penerima didik. 

Peserta didik sudah sanggup mengakses aneka info aneka macam disiplin ilmu berkaitan dengan bahan belajar, dalam waktu relatif singkat, cepat melalui gadget yang dimilikinya

Jika demikian adanya maka kiprah guru dalam pendidikan, bukan lagi menjadi sumber dan pemberi info belaka kepada penerima didik. Guru perlu mengubah kiprahnya menjadi perantara antara info dengan kebutuhan info penerima didik.

Guru tidak lagi semata-mata bertugas mengajar melain membuat situasi dan kondisi yang dinamis bagaimana siswa sanggup berguru di ruang kelas. Mengantarkan penerima didik berinteraksi dengan aneka disiplin ilmu pengetahuan dari aneka macam sumber yang ada.

Selain itu, kiprah guru dalam pembelajaran yang tak kalah penting ialah sebagai motivator kreatif. Peran ini dinilai sangat strategis di kala milennial ini. Bagaimana tidak? Melalui dorongan semangat dan sugesti seorang guru, penerima didik sanggup berguru secara mandiri.

Peserta didik berusaha mencari dan mengolah info yang diperlukan di bawah bimbingan guru melalui aneka metode pembelajaran yang ada.

Apa pun metode yang dipakai guru dalam pembelajaran, tujuannya ialah bagaimana penerima didik sanggup belajar. Kerangka berpikir guru dalam pembelajaran ialah bagaimana penerima didik sanggup berguru dengan baik. 

Strategi yang ditempuh guru melalui penyusunan perangkat mengajar yang manis dan aplikabel hanyalah salah satu upaya membuat bagaimana penerima didik sanggup berguru dengan baik dan menyenangkan.

Mengingat semakin penting dan beratnya kiprah guru di kala milennial, perlu kiranya santunan penuh dan kasatmata dari semua unsur. Mulai dari penerima didik sendiri, orangtua/wali murid serta pemerintah.
Sinergisitas ke semua unsur tersebut pasti akan mengantarkan guru pada kiprah membelajarkan siswa secara mandiri, kreatif dan optimis.

Selamat Hari Guru Nasional.

Friday, 26 January 2018

Pasti Dapat Momentum Kecil Menyambut Hgn 2018

Momentum kecil dalam menyambut hgn 2018 – Setiap 25 November diperingati Hari Guru Nasional (HGN). Meskipun peringatan HGN tinggal dua ahad lagi namun melalui artikel pendidikan ini akan disajikan sedikit pernak-pernik wacana guru dan murid  alumni di sekolah kawasan admin bertugas.

 November diperingati Hari Guru Nasional  PASTI BISA Momentum Kecil Menyambut HGN 2018
Salah satu foto jadul guru di sekolah (doc.matarpendidikan.com)

Penulisan artikel ini berawal dari sebuah foto jadul yang diterbitkan melalui WA oleh seorang rekan kerja. Foto itu kemudian diunggah melalui akun facebook admin matrapendidikan.com.

Unggahan foto jadul guru-guru tersebut menerima respon nyata dari facebooker, terutama murid alumni dan guru yang ada di foto.

Sekadar menghangatkan nuansa dan menyambut HGN, foto jadul yang diunggah dalam facebook tersebut akan dijadikan gambar pendukung artikel pendidikan ini.

Foto guru berfose di bab depan sekolah dibentuk Juni 2000.  Foto yang dicetak dengan kertas terbaik pada zamannya, memang telah buram oleh perjalanan waktu. Namun diyakini benar, bagi guru-guru yang ada di foto tersebut, khusus yang masih hidup kini ini tentunya, foto itu  tidak akan pernah buram.

Guru yang ada di foto tersebut akan terharu melihat dirinya pada masa 18 tahun silam. Sementara itu facebooker alumni sekolah telah merespon foto jadul itu dalam bentuk jempol like maupun komentar.

Mereka umumnya masih ingat dengan guru yang ada di foto maupun yang tak sempat berfoto pada masa dua dekade silam.

Guru boleh saja lupa pada nama atau wajah muridnnya alasannya ialah memang sudah banyak jumlahnya. Atau alasannya ialah perjalanan waktu yang sudah cukup panjang. Namun murid yang pernah diajar oleh seorang guru, tak kan pernah lupa.

Mungkin nama lengkap sang guru sempat terlupa oleh murid, namun panggilan sehari-hari guru tersebut pasrti mereka ingat.

Di sisi lain, alumni sekolah atau mantan murid di suatu sekolah akan bertanya bagaimana keadaan guru yang dulu mengajar mereka. Kemudian mereka mendoakannnya. Agar guru-guru mereka tetap dalam keadaan sehat wal’afiat.

Keingintahuan murid wacana keadaan guru mereka sekaligus mendoakannya. Sudah barang tentu, ini menjadi salah satu pujian guru.
Sebaliknya kepada para murid yang sudah terjun ke tengah masyarakat dan sudah menjadi insan mandiri. Doa guru ialah biar mereka juga sehat dan wal’afiat serta sukses dalam menjalani hidup dan kehidupan.

Dirgahayu Hari Guru Nasional 2018.

Sunday, 3 February 2019

Jadi Cendekia Pesan Terbuka Operator Madrasah Untuk Pak Presiden Dan Menteri Pendidikan


Saat jalan-jalan ke youtube, saya menemukan video yang agak menggelitik dengan judul "pesan terbuka operator madrasah untuk pak presiden." Sebenarnya pesan ini tidak hanya untuk pak presiden saja, tapi untuk pihak-pihak yang terkait dengan dunia pendidikan menyerupai mendikbud (mendikbud), kementerian agama (kemenag) dan lain-lain.

Isi pesan video yang diunggah di youtube ini yang paling penting mengenai 2 hal yaitu EMIS (education manajement information system) dan dukungan operator.

1. Masalah error EMIS


EMIS merupakan aplikasi online terkait dengan pendataan madrasah di kementerian agama yang awalnya dilakukan secara sedikit demi sedikit mulai dari basis format excel, dekstop dan online. Sejak awal tahun pelajaran 2017 / 2018 EMIS dilakukan online secara realtime tanpa ada fitur offline menyerupai sebelumnya, yang mungkin bertujuan untuk mengurangi beban madrasah.

Seperti yang saya katakan tadi bahwa tidak ada fitur offline, sehingga kita sebagai operator harus input data siswa, guru dan madrasah satu-satu secara online. Jika satu siswa butuh waktu 3-5 menit, bagaimana kalau hingga ratusan siswa? belum lagi data guru dan data madrasah.

Akan jauh lebih baik kalau emis ini terdapat fitur offline semoga waktu online nya sebentar menyerupai sebelumnya kita mengerjakan data madrasah secara offline dulu, gres lalu hasil dari offline pribadi diunggah secara online. Seperti juga dapodik, input data di aplikasi offline gres lalu di sinkronisasi ke online.

Adanya perubahan data EMIS ini menuai problem alasannya yaitu kurangnya persiapan dari server aplikasinya, juga kurangnya sosialisasi. Mulai dari EMIS RA, MI, MTs dan MA bahkan EMIS pada Madrasah Diniyah pun semua error. Error EMIS tersebut bisa digambar menyerupai berikut ini:

  1. Lemahnya server aplikasi yang berakibat tak bisa menampung sekian ribu kanal setiap hari, alias LEMOT.
  2. Saat login dan menentukan hidangan input siswa / guru, sering log out otomatis
  3. Saat menyimpan data siswa / guru, seringkali data tersebut tak tersimpan (tidak masuk list)
  4. dan masih banyak lagi...

Kaprikornus berdasarkan saya pribadi, segera perbaiki masalah-masalah tersebut, dan sediakan fitur offline untuk bisa upload ke server aplikasi EMIS nya.

2. Tunjangan Operator Madrasah


Seperti sudah maklum bahwa setiap anggaran pendidikan seringkali fokus terhadap kesejahteraan para guru dengan banyak sekali dukungan menyerupai dukungan sertifikasi, dukungan fungsional (sekarang sudah dihapus) alasannya yaitu guru / pendidik merupakan ujung tombak berjalannya roda pendidikan. Namun ternyata tugas operator madrasah / sekolah seringkali diabaikan dan terlupakan.

Perlu diketahui bahwa operator juga mempunyai tugas penting. Jika guru sebagai roda, maka operator sebagai komponen yang menjalankan roda. Waktu kerja guru hanya pada pukul 07:00 - 13:00, tapi operator mempunyai waktu kerja yang tidak menentu, jam terbang guru hanya di madrasah / sekolah dan operator hingga kerumah pun tetap bekerja menuntaskan data dan manajemen lainnya.

Kaprikornus harap diperhatikan juga kesejahteraan operator madrasah / sekolah alasannya yaitu tanpa operator, manajemen madrasah bisa awut-awutan bahkan bisa jadi dukungan sertifikasi guru pun tidak bisa cair.

Untuk semua yang saya sebutkan diatas, akan lebih terperinci kalau anda sambil nonton video berikut ini:


Demikian artikel ngawur ini. Artikel ini dan video tersebut ada bukan untuk merendahkan atau menjelekkan seseorang / pihak terkait, tapi sekedar memperlihatkan kritik dan saran positif sebagai rujukan dan motivasi untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya. Jika ada salah-salah kata yang kurang berkenan, tak perlu dimaafkan, cukup dimaklumi saja!!! Terima kasih.

Monday, 25 March 2019

Jadi Akil Karakteristik Perkembangan Anak Usia Dini Berdasarkan Usia 0 - 6 Tahun


Anak lahir membawa potensi dan berwujud fisik maupun nonfisik; berupa qalb, akal, emosi, dan bermacam-macam kecerdasan .Dalam perjalanan waktu, setiap potensi yang dibawa oleh belum dewasa akan mengalami dua kemungkinan : tumbuh dan berkembang atau sebaliknya. Diantara tahapan perkembangan, para andal umumnya menyatakan bahwa masa kanak-kanak merupakan masa terpenting dalam rentang kehidupan manusia, masa yang sangat signifikan bagi tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya.

Perkembangan merupakan suatu proses yang progresif, yang terus maju dan tidak mundur, tidak kembali pada perkembangan semula, berkesinambungan, tidak statis, semenjak lahir hingga ia mati. Perkembangan yaitu hasil dari interaksi antara perubahan, pematangan, dan pengalaman (observasi yang intensif atas ketiga anaknya sendiri meyakinkan dirinya bahwa anak yaitu organism aktif yang mencari stimulasi dan menyusun pengalaman mereka sendiri tanpa instruksi atau pemrograman eksklusif dari lingkungan). Perkembangn berarti adanya perubahan dalam banyak sekali aspek (kognitif, sosial, fisik, dan emosi). Secara terperinci karakteristik perkembangan AUD sanggup dilihat sebagai berikut:

Karakteristik Perkembangan Anak Usia 0 – 6 Tahun

Usia 0-1 Tahun

  1. Fisik
    • Mengendalikan otot mata
    • Menggunakan seluruh panca inderanya
    • Mengangkat kepala saat ditengkurapkan
    • Mengendalikan gerakan kepala dan lengan
    • Telentang dan tengkurap sendiri
    • Menggenggam
    • Mengendalikan leher dan tangan
    • Duduk
    • Merangkak
    • Berdiri
    • Berjalan
  2. Sosial
    • Tidak berdaya
    • Asosial
    • Makan dibantu orang lain
    • Memperhatikan dan tersenyum pada wajah yang dikenalnya
    • Senang diayun
    • Mengenali ibunya
    • Mengenali orang yang dikenalnya dan orang asing
    • Tersenyum dengan tujuan
    • Mengharapkan diberi makan, dimandikan dan diberi pakaian
    • Senang bermain ciluk ba
    • Merespon jikalau dipanggil namanya
    • Melambaikan tangan
    • Mengerti kata “tidak!”
    • Memberi dan mendapatkan sesuatu
  3. Emosional
    • Secara umum masih suka tegang
    • Ada senyuman di wajah
    • Tidak nyaman
    • Senang di peluk-peluk
    • Terbangun kelekatan emosional yang khas dengan ibunya
    • Memprotes jikalau dipisahkan dari ibu
    • Rasa marah
    • Rasa cinta
    • Takut pada orang asing
    • Muncul rasa ingin tahu
    • Mengeksplorasi lingkungan
  4. Kognitif
    • Merupakan tahap “hilang dari pandangan, hilang dari fikiran” (object performance)
    • Rasa ingin tahu yang sangat terhadap segala sesuatu yang sanggup dilihatnya.
    • Menangis
    • Membentuk sepatah kalimat
    • Mengeluarkan suara-suara untuk mencari perhatian
    • Tertarik pada gambar-gambar berwarna, musik dan nyanyian
    • Dapat mengucapkan satu kata, ibarat "mama" dan "dada"

2 Tahun

  1. Fisik
    • Berjalan dengan baik
    • Naik turun tangga sendiri
    • Mandiri untuk toileting
    • Bisa menggunakan sendok dan garpu
    • Membalik halaman buku
    • Menendang bola
    • Berusaha untuk menggunakan baju sendiri
    • Membangun menara dari 6 balok
  2. Sosial
    • Bermain soliter
    • Bergantung pada petunjuk orang dewasa
    • Bermain dengan boneka
    • Bisa menunjuk dirinya jikalau dipanggil namanya
    • Belum matang secara sosial
    • Bisa melakukan perintah sederhana
  3. Emosional
    • Sangat self-centered
    • Mulai mengerti wacana identitas diri dan kepemilikan
    • Posesif
    • Sering berlaku negatif
    • Sering frustrasi
    • Belum memilki kemampuan untuk memilih
    • Menyenangi pelukan, belaian
    • Tidak simpel berubah
    • Mulai mandiri
    • Lebih responsif terhadap humor dan gangguan daripada thdp disiplin dan penjelasan
  4. Kognitif
    • Mulai berkata-kata
    • Membuat kalimat sederhana terdiri dari 2 kata
    • Memiliki kosa kata 272 kata
    • Memahami pengarahan sederhana
    • Bisa meng identifikasi gambar sederhana
    • Senang lihat-lihat buku-buku
    • Rentang perhatian masih rendah
    • Memainkan puzzle sederhana

3 Tahun
  1. Fisik
    • Sudah bisa berlari dengan baik
    • Melangkah dengan berirama
    • Bisa berdiri satu kaki
    • Mengendarai sepeda roda 3
    • Menirukan gerakan menyilang
    • Sudah bisa makan sendiri
    • Mengguna kan kaos kaki dan sepatu
    • Melepas dan mengancingkan baju
    • Membangun menara dari 10 balok
    • Menuang air dari teko
  2. Sosial
    • Bermain paralel
    • Menikmati kebersamaan dengan orang lain
    • Menunggu giliran
    • Mengenali jenis kelaminnya
    • Menikmati permainan berkelompok yang tidak memerlukan keterampilan khusus tapi sebentar
    • Merespon terhadap isyarat yang sifatnya verbal
  3. Emosional
    • Senang untuk ditenangkan
    • Bersikap santai
    • Menanggapi perubahan lebih tenang
    • Merasa lebih aman
    • Rasa kepemilikan lebih tinggi
    • Mulai bahagia menjelajah
    • Menikmati musik
  4. Kognitif
    • Menyebutkan kalimat pendek
    • Memiliki kosa kata 896 kata
    • Perkembangan komunikasi sangat pesat
    • Menyampaikan kisah sederhana
    • Hasil pedoman disampaikan melalui kata-kata
    • Ingin memahami lingkungan
    • Menjawab pertanyaan
    • Berimajinasi
    • Bisa menyanyikan beberapa lagu anak-anak

4 Tahun

  1. Fisik
    • Bisa engklek
    • Menggambar “orang”
    • Mulai menggunting dengan gunting
    • Dapat membasuh dan mengeringkan wajah
    • Bisa menggunakan pakaian sendiri kecuali menalikan pita
    • Melempar bola
    • Keinginan bergerak tinggi
  2. Sosial
    • Bermain kooperatif
    • Menikmati ditemani anak lain
    • Senang berlaku sosial
    • Bisa bermain games sederhana
    • Talkative
    • Terampil
  3. Emosional
    • Yakin terhadap diri
    • Bertingkah laris agak keluar batas
    • Seringkali negatif
    • Kadang-kadang menentang
    • Suka mengetest diri sendiri
    • Ingin diberi kebebasan
  4. Kognitif
    • Sudah bisa menciptakan kalimat secara lengkap terdiri dari 4 kata
    • Memiliki kosa kata 1540 kata
    • Terus-terusan bertanya
    • Belajar untuk menggeneralisasi
    • Sangat imajinatif
    • Bermain drama
    • menggambar obyek yang bisa dikenali

5 Tahun

  1. Fisik
    • Bisa melompat dan meloncat
    • Berpakaian sendiri
    • Memiliki keseimbangan yg baik
    • Gerakan otot-otot lebih lancar
    • Mengendarai mobil-mobilan dan skuter
    • Menuliskan huruf-huruf sederhana
    • Penggunaan tangan yang mayoritas lebih terlihat
    • Bisa menalikan sepatu
    • Kemampuan motorik halus anak wanita berkembang 1 tahun lebih cepat dari anak laki-laki
  2. Sosial
    • Bermain kooperatif tingkat tinggi
    • Punya sahabat akrab
    • Sangat terorganisir
    • Menikmati permainan meja yang menggunakan hukum giliran
    • Masuk sekolah
    • Merasa besar hati dengan apa yang dimilikinya
    • Bersemangat untuk mengambil suatu tanggungjawab
  3. Emosional
    • Percaya diri
    • Stabil
    • Bisa beradaptasi dengan baik
    • Senang mengasosiasikan dengan ibu
    • Kapabel
    • Punya kritik diri
    • Menikmati tanggungjawab
    • Menyukai dan bisa mengikuti hukum main
  4. Kognitif
    • Memiliki kosa kata 2,072 kata
    • Bercerita dongeng yang panjang
    • Menjalankan isyarat dengan baik
    • Membaca namanya sendiri
    • Bisa menghitung hingga 10
    • Menanyakan arti dari kata-kata
    • Mengenal warna
    • Mulai mengetahui perbedaan antara fakta dan kebohongan
    • Tertarik akan lingkungan sekeliling

6 Tahun

  1. Fisik
    • Berjalan mundur dengan jinjit atau tumit
    • Lompat tali sebanyak 3 – 10 lompatan berturut-turut
    • Berlari ke depan sambil menendang bola yang menggelinding
    • Berjalan diatas titian dengan jinjit atau tumit
    • Melempar bola dengan perilaku yang benar
    • Melipat kertas secara diagonal dan merapihkan
    • Menggunakan pinsil dan penghapus
    • Menggambar orang dengan lengkap
    • Menirukan bentuk persegi panjang, segitiga, belah ketupat
    • Menyusun menara 12 balok
    • Menggunting bentuk
  2. Sosial
    • Bermain bersama dengan 1 atau 2 anak selama 20 menit
    • Bermain 2 atau 3 permainan meja (halma, ular tangga dll)
    • Bermain permainan dengan hukum yg sederhana
    • Bekerja dalam kelompok kecil sedikitnya selama 20 menit
    • Membual/membesar-besarkan cerita, bahagia humor
    • Dapat melihat perbedaan antara sekolah dan rumah
    • Mungkin akan menggunakan kalimat: "Bu guru bilangnya ………."
    • Dapat bermain sendiri dengan mainannya
    • Mungkin menirukan karakter di TV
    • Membentuk persahabatan dengan 1 atau 2 sahabat sebaya
  3. Emosional
    • Menjadi frustasi jikalau gagal dan tidak mau minta dukungan orang lain
    • Ingin mengerjakan sesuatu sendiri
    • Mulai memban-dingkan prestasinya dengan orang lain
    • Sangat menginginkan apa yang dimiliki orang lain
    • Menanggapi dengan bahagia hati apa yg terjadi disekelilingnya dan memperhatikan detil-detil kecil, mahluk hidup, dan fenomena alam
  4. Kognitif
    • Memiliki kosa kata lebih dari 3.000 kata
    • Biasanya menikmati tugas-tugas yg berkaitan dengan angka
    • Belajar lebih banyak mengenai lantaran jawaban dan menikmati bereksperimen
    • Mulai menggambar dengan detil
    • Menikmati pekerjaan dengan warna dan pola
    • Menjawab pertanyaan dari suatu cerita
    • Bercerita dengan alur dari awal hingga akhir
    • Mengeja suatu kata
    • Menulis abjad dan angka secara mandiri