Contoh Format Penilaian Harian dan Bulanan PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013. Catatan harian seakan-akan dengan catatan anekdot, tetapi lebih panjang. Pengamat secara obyektif menuliskan segala sesuatu secara naratif. Catatan harian mencatat segala hal yang dilakukan dan diucapkan anak pada dikala anak bermain dalam rentang waktu tertentu (misalnya 15 menit atau 30 menit). Catatan harian secara khusus sanggup membantu guru dalam menganalisa perkembangan keterampilan sosial atau dilema perilaku. Catatan harian juga sanggup difokuskan pada area tertentu contohnya bagaimana seorang anak berguru menulis / membaca.
Perhatikan bahwa catatan harian berupa catatan ihwal apa yang kita LIHAT atau DENGAR bukan perkiraan atau interpretasi, Obyektif & Akurat antara lain perkataan, gerakan tubuh, ekspresi wajah, hasil yang dibentuk anak.
Catatan anekdot ialah alat perekam observasi secara bersiklus terhadap suatu bencana atau bencana penting yang melukiskan sikap anak yang terjadinya tidak umum atau bencana khusus, yang diuraikan dalam bentuk pernyataan singkat dan obyektif.
Karakteristik Catatan anekdot
Catatan sederhana ihwal sikap tertentu atau tidak biasa
Dalam banyak kasus, menggambarkan interaksi antar anak, anak dengan orang dewasa, anak dengan material
Memberikan konteks dari munculnya sikap tersebut
Sebagai hasil dari pengamatan secara langsung
Akurat dan spesifik
Tujuan Catatan Anekdot
Catatan anekdot yang dikumpulkan dari waktu ke waktu sanggup memperkuat pemahaman guru terhadap setiap anak sebagai suatu tumpuan atau munculnya profil anak.
Catatan anekdot sanggup menangkap kekayaan dan kompleksitas pada dikala anak berinteraksi dengan sesama anak dan dengan material.
Perubahan sikap yang muncul yang dikumpulkan dalam portofolio menawarkan usulan untuk rencana pengamatan selanjutnya, rencana pembelajaran dan pertemuan orangtua.
Hasil karya ialah hasil kerja anak didik sesudah melaksanakan suatu kegiatan. Hasil karya sanggup berupa pekerjaan tangan, karya seni atau hasil acara anak lain
Penilaian Hasil Karya Anak
Penilaian hasil karya anak berupa gambar, karya seni, unjuk kerja, hasil karya, dll
Penilaian hasil karya anak sanggup dilakukan, pada dikala anak melaksanakan kegiatan, atau pada dikala anak telah menuntaskan hasil karyanya
Rambu-rambu Penilaian Hasil Karya
Tuliskan waktu(hari, tanggal, bulan dan tahun) pada hasil karya anak
Tuliskan deskripsi singkat ihwal karya anak di hasil karya anak atau pada kertas lain
Pilihlah hasil karya anak untuk dimasukkan ke dalam portofolio
Hasil karya anak yang dikumpulkan cukup diambil 1 bulan sekali untuk setiap jenis karya anak.
Pelaporan merupakan acara mengkomunikasikan dan menjelaskan hasil evaluasi pendidik/ guru ihwal pertumbuhan dan perkembangan anak.
Rambu-rambu Pembuatan Laporan
Laporan Perkembangan Anak Didik dilaporkan oleh kepala forum / pendidik / secara mulut dan tertulis
Lembaga wajib menjaga kerahasiaan data atau informasi
Menggunakan bahasa yang gampang dipahami.
Menitikberatkan kekuatan dan apa yang telah dicapai anak.
Memberikan gosip ihwal tingkat pencapaian dan perkembangan hasil berguru anak secara bijaksana.
Memberikan masukan ihwal tingkat pencapaian anak pada seluruh kompetensi dasar untuk membantu membuatkan kemampuan anak lebih lanjut
Informasi isi laporan sudah menggambarkan hasil berguru yang mendukung tingkat pencapaian perkembangan anak (TPPA)
Menggambarkan sikap khusus anak di kelas
Menyajikan gosip secara komunikatif, autentik, dan bermakna(tambahkan foto-foto, hasil karya atau video pendukung)
Tidak menyalahkan anak ataupun orangtua
Pengaruh laporan terhadap perasaan anak dan orang tua
Pengaruh laporan terhadap hubungan anak dan guru juga hubungan anak dan orangtua.
Laporan harus mendidik orang renta ihwal perkembangan anak.
Download Contoh Format Penilaian Harian dan Bulanan PAUD Taman Kanak-kanak RA
Beragam teknik sanggup dilakukan untuk mengumpulkan info wacana perkembangan dan pertumbuhan anak di TK. Teknik mengumpulkan info tersebut pada prinsipnya yakni cara evaluasi kemajuan perkembangan dan pertumbuhan anak menurut standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. Penilaian kompetensi dasar dilakukan menurut indikator-indikator pencapaian hasil mencar ilmu yang memuat aneka macam aspek perkembangan.
Indikator-indikator pada setiap kompetensi dasar merupakan contoh yang dipakai untuk melaksanakan evaluasi dengan memakai alat dan cara evaluasi serta serangkaian prosedur.
a) Cara Penilaian
1) Pengamatan (Observasi)
Pengamatan (Observasi) yakni cara pengumpulan data untuk memperoleh info melalui pengamatan pribadi terhadap bidang pengembangan penyesuaian (agama, moral, sosial emosional, dan kemandirian) dan bidang pengembangan kemampuan dasar (kemampuan berbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni) yang dilakukan sehari-hari secara terus menerus.
Agar observasi lebih terarah maka diharapkan buku bantu atau kertas catatan yang dikembangkan oleh guru untuk mencatat hal-hal yang dianggap dianggap perlu dan yang dituangkan dalam RKH.
2) Catatan Anekdot (Anecdotal Record)
Catatan anekdot yakni catatan wacana sikap dan sikap anak secara khusus yang terjadi pada anak secara insidental/tiba-tiba atau dalam situasi tertentu.
Contoh Format Catatan Anekdot Taman Kanak-kanak RA
b) Teknik Penilaian
1. Unjuk Kerja (Performance)
Penilaian unjuk kerja merupakan evaluasi yang dilakukan dengan mengamati aktivitas anak dalam melaksanakan sesuatu, contohnya praktek menyanyi, olah raga, bermain peran, memperagakan seni. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan aspek-aspek yang diamati supaya sanggup dinilai.
Teknik evaluasi unjuk kerja sanggup dilakukan dengan memakai alat atau format instrumen daftar cek atau skala penilaian. Contoh Penilaian Kinerja Bidang Pengembangan PEMBIASAAN: Pada indikator "Berdoa sebelum dan setelah melaksanakan aktivitas kegiatan"
2. Menggunakan Daftar Chek
Catatan :
= Anak yang belum mencapai indikator menyerupai diharapkan dalam RKH atau dalam melaksanakan kiprah selalu dibantu guru.
√ = Anak menawarkan kemampuan sesuai dengan indikator yang tertuang dalam RKH.
0= Anak yang sudah melebihi indikator yang tertuang dalam RKH atau bisa melaksanakan kiprah tanpa pertolongan secara tepat/cepat/ lengkap/benar.
3. Menggunakan Skala Penilaian
Format Penilaian Bernyanyi
Penjelasan: Penilaian 1,2,3,dan 4, menawarkan tingkatan nilai yang diperoleh
1 = belum berkembang
2 = sudah berkembang
3 = berkembang
4 = mempunyai talenta khusus
Jika seorang anak memperoleh skor 24 sanggup ditetapkan "memiliki talenta khusus dalam bernyanyi".
4. Hasil Karya (Product)
Hasil karya yakni hasil kerja anak setelah melaksanakan suatu aktivitas sanggup berupa pekerjaan tangan atau karya seni. Penilaian hasil karya anak tidak diperoleh dari hasil selesai saja tetapi juga proses pembuatannya.
Contoh format evaluasi Produk : Contoh Penilaian Produk Bidang Pengembangan FISIK MOTORIK Pada indikator "Membuat aneka macam bentuk dengan memakai plastisin, playdough, tanah liat".
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau andangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap sanggup dibentuk, sehingga terjadinya sikap atau tindakan yang diinginkan.
Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif. Komponen afektif ialah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif ialah doktrin atau keyakinan seseorang mengenai objek. Adapun komponen konatif ialah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap.
1. Teknik Penilaian Sikap
Penilaian sikap sanggup dilakukan dengan observasi sikap . Perilaku seseorang pada umumnya menawarkan kecenderungan dalam sesuatu hal. Misalnya orang yang biasa minum kopi sanggup dipahami sebagai kecenderungannya yang bahagia kepada kopi. Oleh sebab itu, guru sanggup melaksanakan observasi terhadap akseptor didik yang dibinanya. Hasil observasi sanggup dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan. Observasi sikap di sekolah sanggup dilakukan dengan memakai buku catatan khusus perihal kejadian-kejadian berkaitan dengan akseptor didik selama di sekolah.
rujukan format buku catatan harian
Catatan dalam lembaran buku tersebut, selain bermanfaat untuk merekam dan menilai sikap akseptor didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap akseptor didik serta sanggup menjadi materi dalam evaluasi perkembangan akseptor didik secara keseluruhan.
Portofolio
Penilaian portofolio merupakan evaluasi berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan isu dan hasil percobaan/proses dalam bentuk diskripsi baik berupa gambar atau goresan pena sederhana yang dibuat anak. Kumpulan hasil selama satu periode dianalisis/dikaji untuk mengetahui tingkat perkembangan kemampuan anak menurut kompetensi /indikator yang telah ditetapkan.
Data berupa hasil karya anak, untuk memperoleh kesimpulan perihal citra tamat perkembangan anak. Penilaian jenis ini akan sanggup mendeteksi setiap kemajuan yang diperoleh anak dari waktu ke waktu. Penilaian Portofolio sanggup dipakai untuk bidang pengembangan adaptasi dan bidang pengembangan kemampuan dasar.
Penugasan (Project)
Penugasan merupakan cara evaluasi berupa pemberian kiprah yang harus dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara perorangan maupun kelompok. Misalnya melaksanakan percobaan menanam biji.
2. Langkah-Langkah Penilaian
Menentukan jenis evaluasi untuk setiap indikator yang dirumuskan di dalam silabus atau Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Teknik Penilaian. Tujuan Pemetaan standar kompetensi dilakukan untuk memudahkan guru dalam memilih teknik penilaian.
Penilaian dilakukan seiring dengan aktivitas pembelajaran. Acuan yang dipakai dalam melaksanaan evaluasi sehari-hari kompetensi yang tertuang pada rencana aktivitas harian (RKH) untuk setiap anak.
Hal-hal dan cara pencatatan hasil evaluasi harian dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
Catatlah hasil evaluasi perkembangan anak pada kolom evaluasi di rencana aktivitas harian (RKH). Ada tiga kelompok anak yang perlu dicatat, kelompok pertama, yaitu: anak yang belum mencapai atau melakukan/menyelesaikan pekerjaan masih selalu dibantu guru, kelompok kedua, yaitu: anak yang sudah atau bisa melakukan/menyelesaikan kiprah tanpa pertolongan guru secara tepat, cepat, dan benar, dan kelompok ketiga, yaitu: anak yang menawarkan kemampuan melebihi indikator-indikator yang diperlukan dalam RKH.
Simbol yang dipakai untuk mencatat tingkat pencapaian anak untuk setiap indikator ialah sebagai berikut:
Anak yang selalu dibantu guru dalam melakukan/menyelesaikan tugas-tugas sesuai indikator menyerupai yang diperlukan dalam RKH, maka pada kolom evaluasi dituliskan tanda lingkaran kosong (O) pada nama anak bersangkutan.
Anak yang sudah atau bisa melakukan/menyelesaikan kiprah tanpa pertolongan guru secara tepat, cepat, dan benar sesuai dengan indicator menyerupai yang diperlukan dalam RKH, maka pada kolom tersebut dituliskan nama anak dan tanda lingkaran berisi penuh .
Anak yang menawarkan kemampuan sesuai dengan indikator yang tertuang dalam RKH, diberi dengan tanda cek (V).
Hasil catatan evaluasi yang ada dalam rencana aktivitas harian (RKH) dirangkum dan dipindahkan ke dalam format rangkuman evaluasi perkembangan anak di TK.
Apabila hasil evaluasi perkembangan anak dalam 1 (satu) bulan pada RKH lebih cenderung memperoleh bulatan penuh maka risikonya akan dipindahkan bulatan penuh pada rangkuman bulanan. Dan pada kolom keterangan ditampilkan jenis aktivitas pengayaan yang sesuai untuk anak bersangkutan.
Apabila hasil evaluasi pada perkembangan anak dalam 1 (satu) bulan pada RKH lebih cenderung memperoleh bulatan kosong maka risikonya akan dipindahkan bulatan kosong pada rangkuman bulanan. Dan pada kolom keterangan ditampilkan jenis aktivitas remedial yang sesuai untuk anak bersangkutan.
Apabila hasil evaluasi pada perkembangan anak dalam 1 (satu) bulan pada RKH lebih cenderung seimbang perolehan bulatan penuh dan bulatan kosong, maka risikonya berupa tanda cek yang kemudian dipindahkan ke rangkuman bulanan. Dan pada kolom keterangan ditampilkan jenis aktivitas remedial dan pengayaan yang sesuai untuk anak bersangkutan.
Data dari buku rangkuman selama 1 (satu) semester ditambah dengan data dari alat evaluasi yang lain menyerupai absensi, catatan anekdot dianalisis dan disimpulkan sebagai dasar pembuatan laporan deskripsi.
3. Pelaporan Hasil Penilaian
Pelaporan merupakan aktivitas mengkomunikasikan dan menjelaskan hasil evaluasi guru perihal pertumbuhan dan perkembangan anak.
Bentuk Laporan
Berdasarkan hasil rangkuman perkembangan anak setiap bagian tertentu,penilaian dilaporkan dalam bentuk uraian (deskripsi) singkat dari masing-masing bidang pengembangan di Taman Kanak-kanak yaitu: (1) bidang pengembangan pembentukan sikap melalui pembiasaan, dan (2) bidang pengembangan kemampuan dasar.
Uraian (deskripsi) dirumuskan menurut hasil pencatatan evaluasi dalam periode waktu satu semester. Hasilnya dibuat seobyektif mungkin sehingga tidak menjadikan penafsiran yang salah bagi orang tua/wali atau bagi yang berkepentingan dalam bentuk Laporan Perkembangan Anak di TK.
Contoh bentuk pelaporan perkembangan anak di Taman Kanak-kanak sanggup dilihat pada lampiran.
Teknik Melaporkan Hasil Penilaian
Laporan Perkembangan Anak di Taman Kanak-kanak dilaporkan oleh kepala/guru Taman Kanak-kanak secara mulut dan tertulis. Cara yang ditempuh sanggup dilaksanakan dengan bertatap muka serta dimungkinkan adanya hubungan dan isu timbal balik antara pihak Taman Kanak-kanak dan orang tua/wali. Hal yang perlu diingat dalam pelaksanaan aktivitas ini hendaknya menjaga kerahasiaan data atau informasi, artinya bahwa data atau isu perihal anak hanya diinformasikan dan dibicarakan dengan orang tua/wali anak yang bersangkutan atau tenaga hebat dalam rangka bimbingan selanjutnya.
Pada umumnya orang bau tanah menginginkan balasan dari pertanyaan tentang:
Keadaan anak waktu berguru di sekolah secara fisik, akademik, sosial dan emosional.
Partisipasi anak dalam aktivitas di sekolah.
Kemampuan/kompetensi yang sudah dan belum dikuasai anak.
Yang harus dilakukan orang bau tanah untuk membantu dan berbagi anak lebih lanjut.
Untuk hal tersebut, isu yang diberikan kepada orang tua/wali hendaknya:
Menggunakan bahasa yang gampang dipahami.
Menitikberatkan kekuatan dan apa yang telah dicapai anak.
Memberikan isu perihal tingkat pencapaian dan perkembanga hasil berguru anak secara bijaksana.
Memberikan masukan perihal tingkat pencapaian anak pada seluruh kompetensi.
Suatu acara layanan bimbingan dan konseling mustahil akan tercisekolaha, terselenggara, dan tercapai jikalau tidak mempunyai suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu, dalam arti dilakukan secara jelas, sistematis, dan terarah. Mengenai arti manajemen itu sendiri Stoner (1981) mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: “Management is the process of planning, organizing, leading and controlling the efforts of organizing members and of using all other organizational resources to achieve stated organizational goals”.
Berikut diuraikan aspek-aspek sistem manajemen acara layanan bimbingan dan konseling.
1. Kesepakatan Manajemen
Kesepakatan manajemen atas acara bimbingan dan konseling sekolah diharapkan untuk mejamin implementasi acara dan taktik peluncuran dalam memenuhi kebutuhana siwa sanggup dilakukan secara efektif. Kesepakatan ini menyangkut pula proses meyakinkan dan menyebarkan kesepakatan semua pihak di lingkungan sekolah bahwa acara bimbingan dan konseling sebagai bab terpadu dari keseluruhan acara sekolah.
2. Keterlibatan Stakeholder
Komite Sekolah sebagai representasi masyarakat atau stakeholder memerlukan penyadaran dan pemahaman akan keberadaan dan pentingnya layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
3. Manajemen dan Penggunaan Data
Program bimbingan dan konseling komprehensif didukung oleh data. Penggunaan data di dalam layanan bimbingan dan konseling akan menjamin setiap siswa memperoleh manfaat dari layanan bimbingan dan konseling. Konselor harus memperlihatkan bahwa setiap kegiatan diimplementasikan sebagai bab dari keutuhan acara bimbingan dan konseling yang didasarkan atas analisis cermat terhadap kebutuhan, prestasi, dan data terkait siswa lainnya.
Data yang diperoleh dan dipakai perlu diadministrasikan dengan baik dan cermat. Manajemen data dilakukan secara manual maupun komputer. Dalam kurun teknologi informasi, manjemen data siswa dilakukan secara komputer. Database siswa perlu dibangun dan dikembangkan biar perkembangan setiap siswa sanggup dengan gampang dimonitor. Penggunaan data siswa dan lingkungan sekolah yang tertata dan dikelola dengan baik untuk kepentingan memonitor kemajuan siswa, akan menjamin seluruh siswa mendapatkan apa yang mereka perlukan untuk keberhasilan sekolah.
Konselor harus cermat dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data. Kemajuan perkembangan siswa sanggup dimonitor dari : prestasi belajar, data yang terkait dengan prestasi belajar, dan data tingkat penguasaan tugas-tugas perkembangan atau kompetensi.
4. Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan (action plans) diharapkan untuk menjamin peluncuran acara bimbingan dan konseling sanggup dilaksanakan secara efektif dan efesien. Rencana kegiatan yaitu uraian detil dari acara yang menggambarkan struktur isi program, baik kegiatan di sekolah maupun luar sekolah, untuk memfasilitasi siswa mencpai kiprah perkembangan atau kompetensi.
5. Pengaturan Waktu
Berapa banyak waktu yang diharapkan untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen acara perlu dirancang dengan cermat. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi acara dan sumbangan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. Sebagai contoh, contohnya 80% waktu dipakai untuk melayanai siswa secara pribadi dan 20% dipakai untuk sumbangan manajerial. Porsi waktu untuk peluncuran masing-masing komponen acara sanggup ditetapkan sesuai dengan pertimbangan sekolah. Misalnya:
Layanan dasar (30-40%),
Responsif (15-25%),
Perencanaan individual (25-35%),
Dukungan sistem (10-15%).
Ini contoh, dan setiap sekolah bisa menyebarkan sendiri. Dalam konteks Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Bimbingan dan Konseling Perkembangan, perlu ditetapkan waktu secara terpola untuk layanan bimbingan dan konseling klasikal.
6. Kalender Kegiatan
Program bimbingan dan konseling sekolah yang telah dituangkan ke dalam planning kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. Kalender kegiatan meliputi kalender tahunan, semesteran, bulanan, dan mingguan.
7. Jadwal Kegiatan
Program bimbingan sanggup dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung, dan (b) tanpa kontak pribadi dengan siswa. Untuk kegiatan kontak pribadi yang dilakukan secara klasikal di kelas (layanan dasar) perlu dialokasikan waktu terpola 1 – 2 jam pelajaran per-kelas per-minggu. Mengenai jadwal kegiatan bimbingan, remaja ini sudah menerima legalitas pemerintah, yaitu dengan terbitnya Peraturan Menteri Diknas No. 22 Tahun 2006. Dalam struktur kurikulum yang termaktub dalam Permen tersebut, tercantum bahan pengembangan diri selama 2 jam/minggu, yang berlaku bagi semua satuan pendidikan dasar dan menengah.
Dalam implementasinya, bahan pengembangan diri dilakukan oleh konselor. Sementara kegiatan pribadi yang dilakukan secara individual dan kelompok sanggup dilakukan di ruang bimbingan, dengan memakai jadwal di luar jam pelajaran. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak pribadi dengan siswa sanggup dilaksanakan melalui goresan pena (seperti buku-buku, brosur, atau majalah dinding), kunjungan rumah (home visit), konferensi kasus (case conference), dan alih tangan (referal).
8. Anggaran
Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen bimbingan dan konseling. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diharapkan untuk mendukung implementasi program. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah.
9. Penyiapan Fasilitas
Fasilitas yang diharapkan tersedia di sekolah ialah ruangan daerah bimbingan yang khusus dan teratur, serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses layanan bimbingan dan konseling yang bermutu. Ruangan hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para siswa yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa senang, kondusif dan nyaman, serta segi lain di ruangan tersebut sanggup dilaksanakan layanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan aba-aba etik bimbingan dan konseling.
Terkait dengan akomodasi bimbingan dan konseling, disini sanggup dikemukakan perihal unsur-unsurnya, yaitu :
tempat kegiatan, yang meliputi ruang kerja konselor, ruang layanan konseling dan bimbingan kelompok, ruang tunggu tamu, ruang tenaga administrasi, dan ruang perpustakaan;
instrumen dan kelengkapan administrasi, menyerupai : angket siswa dan orang tua, pedoman wawancara, pedoman observasi, format konseling, format satuan layanan, dan format surat referal;
Buku-buku panduan, buku informasi perihal studi lanjutan atau kursus-kursus, modul bimbingan, atau buku bahan layanan bimbingan, buku acara tahunan, buku acara semesteran, buku kasus, buku harian, buku hasil wawancara, laporan kegiatan layanan, data kehadiran siswa, leger BK, dan buku realisasi kegiatan BK;
perangkat elektronik (seperti komputer, dan tape recorder); dan
filing kabinet (tempat penyimpanan dokumentasi dan data siswa).
Di dalam ruangan itu hendaknya juga sanggup disimpan segenap perangkat instrumen bimbingan dan konseling, himpunan data siswa, dan aneka macam data serta informasi lainnya. Ruangan tersebut hendaknya juga bisa memuat aneka macam penampilan, menyerupai penampilan informasi pendidikan dan jabatan, informasi perihal kegiatan ekstra kurikuler, dan sebagainya. Yang tidak kalah penting ialah, ruangan itu hendaklah nyaman yang menjadikan para pelaksana bimbingan dan konseling betah bekerja. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan pelayanan yang terselenggara. Sarana yang diharapkan untuk penunjang layanan bimbingan dan konseling yaitu sebagai berikut.
a. Alat pengumpul data, baik tes maupun non-tes. Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi, tes talenta khusus, tes talenta sekolah, tes/inventori kepribadian, tes/inventori minat, dan tes prestasi belajar. Alat pengumpul data yang berupa non-tes yaitu: pedoman observasi, catatan anekdot, daftar cek, skala penilaian, alat-alat mekanis, pedoman wawancara, angket, biografi dan autobiografi, dan sosiometri.
b. Alat penyimpan data, khususnya dalam bentuk himpunan data. Alat penyimpan data itu sanggup berbentuk kartu, buku pribadi dan map. Bentuk kartu ini dibentuk sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu, sehingga gampang untuk disimpan dalam filling cabinet. Untuk menyimpan aneka macam keterangan, informasi atau pun data untuk masing-masing siswa, maka perlu disediakan map pribadi. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data siswa yang perlu dan harus dicatat, maka diharapkan adanya suatu alat yang sanggup menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi.
c. Kelengkapan penunjang teknis, menyerupai data informasi, paket bimbingan, alat bantu bimbingan Perlengkapan administrasi, menyerupai alat tulis menulis, format planning satuan layanan dan kegiatan pendukung serta blanko laporan kegiatan, blanko surat, kartu konsultasi, kartu kasus, blanko konferensi kasus, dan acara surat.
10. Pengendalian
Pengendalian yaitu salah satu aspek penting dalam manajemen acara layanan bimbingan dan konseling. Dalam pengendalian program, koordinator sebagai pemimpin forum atau unit bimbingan dan konseling hendaknya mempunyai sifat sifat kepemimpinan yang baik yang sanggup memungkinkan tercisekolahanya suatu komunikasi yang baik dengan seluruh staf yang ada. Personel-personel yang terlibat di dalam program, hendaknya benar-benar mempunyai tanggung jawab, baik tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya maupun tanggung jawab terhadap yang lain, serta mempunyai moral yang stabil.
Pengendalian acara bimbingan ialah :
untuk mencipakan suatu koordinasi dan komunikasi dengan seluruh staf bimbingan yang ada,
untuk mendorong staf bimbingan dalam melaksanakan tugas-tugasnya, dan
memungkinkan kelancaran dan efektivitas pelaksanaan acara yang telah direncanakan.
Pengawas sanggup melaksanakan pengawasan dan training : apakah acara bimbingan dan konseling yang disusun dilaksanakan sesuai dengan rancangan program?. Apakah terdapat dokumentasi sebagai indikator pencatatan pelaksanaan program?. Pengawas sanggup berdiskusi dengan konselor program-program mana yang sudah dilaksanakan?, apa kendala yang ditemui pada ketika melaksanakan program?, apakah sanggup diidentifikasi keberhasilan yang dicapai program?, apakah sanggup diperoleh informasi dampak pribadi maupun tidak pribadi pelaksanaan acara terhadap siswa, pendidik maupun institusi pendidikan?. Pengawas juga diharapkan memperlihatkan dorongan dan saran-saran bagaimana program-program yang belum terealisasi sanggup dilakukan. Pengawas harus menyebarkan diskusi bersama pimpinan sekolah dan konselor berkenan dengan sumbangan kebijakan, sarana dan prasara untuk keterlaksanaan program.
Layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan di bawah tanggung jawab Kepala Sekolah dan seluruh staf. Koordinator bimbingan dan konseling bertanggung jawab dalam menyelenggarakan bimbingan dan konseling secara operasional. Personel lain yang meliputi Wakil Kepala Sekolah, Guru Pembimbing (konselor), guru bidang studi, dan wali kelas mempunyai kiprah dan kiprah masing-masing dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling. Secara rinci deskripsi kiprah dan tanggung jawab masing-masing personel, serta organisasi bimbingan dan konseling di sekolah sanggup disimak pada artikel Tugas personalia sekolah dalam bimbingan dan konseling
Merupakan alat perekam observasi secara terencana terhadap suatu kejadian atau kejadian penting yang melukiskan sikap anak yang terjadinya tidak umum atau kejadian khusus, yang diuraikan dalam bentuk pernyataan singkat dan obyektif. Baca juga panduan lengkap evaluasi paud tk ra
Karakteristik Catatan Anekdot
Dalam banyak kasus, menggambarkan interaksi antar anak, anak dengan orang dewasa, dan anak dengan
Catatan sederhana wacana sikap tertentu atau tidak biasa
Sebagai hasil dari pengamatan secara langsung
Akurat dan spesifik
Memberikan konteks dari munculnya sikap tersebut.
Tujuan Catatan Anekdot
Catatan anekdot yang dikumpulkan dari waktu ke waktu sanggup memperkuat pemahaman guru terhadap setiap anak sebagai suatu rujukan atau munculnya profil anak.
Catatan anekdot sanggup menangkap kekayaan dan kompleksitas pada dikala anak berinteraksi dengan sesama anak dan dengan material.
Perubahan sikap yang muncul yang dikumpulkan dalam portofolio memperlihatkan anjuran untuk planning pengamatan selanjutnya, planning pembelajaran dan pertemuan orangtua.
Contoh 1 Catatan Anekdot
Nama Anak : Anisa Tanggal / Waktu : 15 Juli 2014 pk.08:45 WIB Tempat : Area Membaca Peristiwa dan Perilaku : Anisa duduk di sebelah Tina di bersahabat meja baca. Tina menyapa Anisa, "Hi, Anisa! Mau baca buku sama saya ?" Anisa berkata bahwa beliau tidak sanggup membaca. Tina menjawab, “Kita lihat gambarnya saja.”
Contoh 2 Catatan Anekdot
Nama Anak : Wisnu Tanggal / Waktu : 1 September 2014 pk 08.15 WIB Tempat : Area Outdoor Peristiwa dan Perilaku : Toni mengambil satu dahan tanaman yang tergeletak di pojok taman. Wisnu mengikuti Toni, dan menarik dahan itu sambil dibawa lari berkeliling taman. Wisnu kemudian menaiki dahan itu sambil bergerak melompat-lompat mengelilingi taman.
Atau anda sanggup menciptakan menyerupai gambar diatas.
Yang perlu diperhatikan dalam menciptakan catatan Anekdot
Berupa catatan wacana apa yang kita LIHAT atau DENGAR bukan asumsi
Catatan sebaiknya akurat, obyektif, dan spesifik (hindari penggunaan kata yang subyektif dan ambigu) /(ketidakjelasan makna/bermakna ganda)
Perlu melihat anak yang berbeda dengan ragam kegiatan. Hindari menulis catatan wacana “hal-hal lucu yang dikatakan anak”.
Ingatlah untuk bertanya kepada diri sendiri, “Apakah saya menulis ini dengan cara yang sama ketika orang lain juga melihatnya ?”
Jangan lupa menuliskan nama anak, daerah dan waktu
Telaah KD dan Indikator yang relevan dengan kejadian tersebut.
Catatan harian ibarat dengan catatan anekdot, tetapi lebih panjang. Pengamat secara obyektif menuliskan segala sesuatu secara naratif. Catatan harian mencatat segala hal yang dilakukan dan diucapkan anak pada ketika anak bermain dalam rentang waktu tertentu (misalnya 15 menit atau 30 menit). Catatan harian secara khusus sanggup membantu guru dalam menganalisa perkembangan keterampilan sosial atau duduk masalah perilaku. Catatan harian juga sanggup difokuskan pada area tertentu contohnya bagaimana seorang anak mencar ilmu menulis / membaca.
Perhatikan bahwa catatan harian Berupa catatan ihwal apa yang kita lihat atau dengar bukan perkiraan atau interpretasi, Obyektif dan Akurat antara lain (perkataan, gerakan tubuh, mulut wajah, hasil yang dibentuk anak). Dan hindari penggunaan kata yang subyektif dan ambigu (ketidakjelasan makna / bermakna ganda), Selalu tuliskan waktu dan kawasan bencana berlangsung, Lakukan secara bergiliran pada bawah umur tertentu berdasarkan kesanggupan guru.
Ciri-ciri evaluasi yang baik
Mengandung pemahaman yang penting ihwal perkembangan anak
Demikian saja dari ihwal Contoh Format Catatan Harian Dalam Penilaian PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013 ibarat pada gambar diatas, biar bisa memperlihatkan manfaat untuk anak didik kita generasi penerus bangsa.
Penilaian sikap dimaksudkan sebagai evaluasi terhadap sikap penerima didik dalam proses pembelajaran yang meliputi sikap spiritual dan sosial. Penilaian sikap mempunyai karakteristik yang berbeda dari evaluasi pengetahuan dan keterampilan sehingga teknik evaluasi yang dipakai juga berbeda. Dalam hal ini, evaluasi sikap lebih ditujukan untuk membina sikap dalam rangka pembentukan abjad penerima didik.
(1). Sikap Spiritual; Kompetensi sikap spiritual (KI-1) yang akan diamati ialah menerima, menjalankan, dan menghargai fatwa agama yang dianutnya. (2). Sikap Sosial; Kompetensi sikap sosial (KI-2) yang akan diamati meliputi sikap antara lain: jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, dan negara.
Penilaian sikap terdiri atas penilaian utama dan evaluasi penunjang. Penilaian utama diperoleh dari hasil observasi harian yang ditulis di dalam jurnal harian. Penilaian penunjang diperoleh dari evaluasi diri dan evaluasi antarteman, kesannya sanggup dijadikan sebagai alat konfirmasi dari hasil evaluasi sikap oleh pendidik.
Teknik evaluasi yang dipakai ialah observasi melalui wawancara, catatan anekdot (anecdotal record), dan catatan insiden tertentu (incidental record) sebagai unsur evaluasi utama.
Dalam pelaksanaan evaluasi sikap, pendidik sanggup merencanakan indikator sikap yang akan diamati sesuai dengan karakteristik proses pembelajaran yang akan dilakukan, contohnya sikap kerjasama dalam diskusi kelompok dan kerapihan dalam praktikum. Selain itu, evaluasi sikap sanggup dilakukan tanpa perencanaan, contohnya sikap yang muncul tidak terduga selama proses pembelajaran dan di luar proses pembelajaran. Hasil pengamatan sikap tersebut dicatat dalam jurnal.
Penilaian sikap dilakukan oleh guru kelas, guru mata pelajaran agama dan kebijaksanaan pekerti, guru PJOK, dan pembina ekstrakurikuler. Guru kelas mengumpulkan data dari hasil evaluasi sikap yang dilakukan oleh guru mata pelajaran lainnya, kemudian merangkum menjadi deskripsi (bukan angka atau skala).
Peserta didik yang berperilaku menonjol sangat baik diberi penghargaan, sedangkan penerima didik yang berperilaku kurang baik diberi pembinaan. Penilaian sikap spiritual dan sosial dilaporkan kepada orangtua dan pemangku kepentingan sekurang-kurangnya dua kali dalam satu semester. Hasil final evaluasi sikap diolah menjadi deskripsi sikap yang dituliskan di dalam rapor penerima didik.
Format Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial untuk SD MI Kurikulum 2013 format ms excel ini sanggup lihat pada preview dibawah ini:
Selengkapnya sanggup anda download pada link berikut ini:
Hai sahabat guru yang budiman. Kita tahu bahwa dalam sebuah forum pendidikan tak lepas dari yang namanya penilaian, termasuk juga pendidikan anak usia dini (paud). Hanya saja pada pendidikan anak usia dini menyerupai RA dan Taman Kanak-kanak cara dan teknis pembelajaran sangat berbeda dengan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi, alasannya ialah umur penerima didik berkisar antara 3-6 tahun saja.
Dalam hal ini mendikbud / kemenag mengeluarkan regulasi / juknis yang berkaitan dengan evaluasi supaya pembelajaran pada anak usia dini sesuai dengan abjad anak untuk umur 3-6 tahun. Dan metode / model pembelajaran yang paling terkenal ialah "belajar sambil bermain, bermain seraya belajar". Karena bermain memang dunia anak, mereka tidak dapat di atur harus begini begitu. Namun kita sebagai orang bau tanah / pendidik harus dapat memahami abjad masing-masing anak.
Karena itulah disini kami akan menyimpulkan beberapa artikel / postingn yang telah kemudian wacana banyak sekali macam format dan pedoman yang terkait dengan evaluasi pendidikan pada anak usia dini yang dapat anda download pada link dibawah ini sesuai dengan judulnya masing-masing:
Panduan Penilaian Kurikulum 2013 Terlengkap dan Terbaru cek disini Contoh Format Penilaian Hasil Karya Anak Kurikulum 2013 cek disini Contoh Format Catatan Harian Dalam Penilaian Kurikulum 2013 cek disini Contoh Format Catatan Penilaian Anekdot Kurikulum 2013 cek disini Pedoman Penilaian dan Pelaporan Perkembangan Anak K13 cek disini Contoh Format Penilaian Mingguan dan Bulanan Kurikulum 2013 cek disini Buku Panduan Penilaian Pembelajaran K-13 Terbaru cek disini Format Laporan Pencapaian Perkembangan Anak Kurikulum 2013 cek disini Pendekatan Pembelajaran dan Penilaian Pada cek disini Prinsip Prinsip Penilaian Pembelajaran Anak cek disini Cara Dan Teknik Penilaian Pembelajaran Anak cek disini Tahap Perkembangan Moral Anak Usia Dini Menurut Para Ahli cek disini Karakter dan Faktor Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Usia Dini cek disini Tahapan Perkembangan Kognitif Anak usia Dini Menurut Para Ahli cek disini Contoh Panduan / Pedoman Penilaian Kurikulum 2013 cek disini Contoh Format Penilaian Harian dan Bulanan Kurikulum 2013 cek disini
Demikian dari kami wacana kumpulan format evaluasi pendidikan anak usia dini, semoga dapat memperlihatkan manfaat untuk kita semua utamanya pendidikan belum dewasa Indonesia. Amin ...
Berikut ini kami bagikan Aplikasi Raport RA Kurikulum 2013 Format Excel versi kementerian agama wilayah jawa timur untuk mengumpulkan data dan mengolah data untuk Rapor Penilaian Pembelajaran Siswa untuk kelas binaannya masing-masing. Aplikasi ini dibentuk untuk memudahkan guru kelas untuk melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data, menyimpan database data yang akan diolah dan mencetak hasil pengolahan selesai berupa RAPOR Penilaian Perkembangan Anak beserta lampiran-lampiran yang diperlukan.
Aplikasi ini akan menyimpan semua data yang di input. Yaitu: Input data siswa, data kehadiran, foto siswa, kompilasi mingguan, data kesehatan, ekstrakurikuler, Kompilasi periodik, Penilaian raport. Untuk lalu dicetak akhirnya seperti: Cetak laporan evaluasi pembelajaran siswa, lampiran catatan kesehatan, cover, identitas siswa, daftar kehadiran, kompilasi data bulanan.
Aplikasi ini telah dirancang sedemikian rupa sehingga guru kelas hanya menentukan agresi yang akan dilakukan dengan menekan (klik) tombol perintah yang disediakan dan selanjutnya memasukkan data pada format yang juga telah disediakan. Kemudian data yang telah dimasukkan (diinput) lalu aplikai sanggup menyimpan, merubah, dan mencetak hasil pengolahan datanya.
Data yang harus dimasukkan sesuai dengan undangan pada format yang telah disediakan. Proses untuk pengolahan data yaitu dengan memasukkan (input) data ke dalam format yang telah disediakan dalam aplikasi yang terdiri dari :
Identitas RA: Isi Data RA sesuai isu yang dibutuhkan.
Identitas Siswa: Isi data Siswa sesuai isu yang dibutuhkan
Daftar Kehadiran Siswa: Isi data kehadiran Siswa didik per bulan
Pengumpulan Data: Di isi dari catatan Harian Skala Perkembangan, Catatan Harian Anekdot dan Catatan Harian Hasil Karya (contoh catatan harian ada pada lampiran juknis). Pengumpulan data dilakukan (di input ke dalam aplikasi) per ahad untuk menghasilkan kompilasi data mingguan.
Aplikasi akan merekap kompilasi data mingguan secara otomatis untuk menghasilkan KOMPILASI DATA BULANAN. Kompilasi data bulanan per anak ini dipakai oleh guru kelas untuk menciptakan RAPOR PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK. Guru kelas melaksanakan evaluasi naratif terhadap 6 Aspek Perkembangan Anak. Setelah selesai data disimpan dan lalu sanggup dicetak.
Guru kelas juga harus mengisi data catatan kesehatan (jika dilakukan investigasi kesehatan dan pertumbuhan anak) dan catatan acara ekstrakurikuler (jika ada) . Kemudian CATATAN KESEHATAN ANAK dan CATATAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER sanggup dicetak sebagai lampiran RAPOR PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK,
Guru kelas melaksanakan input pengumpulan data setiap minggu, untuk data kehadiran anak cukup dilakukan per bulan. Sedangkan untuk Penilaian RAPOR Penilaian Pembelajaran siswa dilakukan per 6 (enam) bulan / per semester. Aplikasi ini dipakai untuk 1 (satu) tahun pelajaran yang meliputi semester 1 (satu) dan semester 2 (dua).
Download aplikasi raport RA kurikulum 2013 format excel terbaru
Selengkapnya sanggup anda download pada link berikut ini:Download
Demikian dari kami wacana Aplikasi Raport RA Kemenag Jatim Kurikulum 2013 Format Excel, supaya sanggup menawarkan manfaat untuk pendidikan Raudlatul Athfal kedepan. Amin...