Thursday, 28 February 2019

Lebih Berakal Download Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 Perihal Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar Dan Menengah

Sahabat Edukasi yang berbahagia...

Dalam kesempatan berikut saya akan mempublikasikan Salinan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 perihal Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pendidikan Dasar dan Menengah dipakai sebagai contoh utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.

Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana dimaksud pada meliputi:

a.   Kompetensi Lulusan SD/MI/SDLB/Paket A;
b.   Kompetensi Lulusan SMP/MTs/SMPLB/Paket B; dan
c.   Kompetensi Lulusan SMA/MA/SMK/MAK/SMALB/Paket C.

Pada ketika Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat(3) mengamanatkan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta etika mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Atas dasar amanat tersebut telah diterbitkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 perihal Sistem Pendidikan Nasional.

Sesuai dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 perihal Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan nasional menurut Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Sedangkan Pasal 3 menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi berbagi kemampuan dan membentuk tabiat serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berbagi potensi penerima didik biar menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional tersebut diharapkan profil kualifikasi kemampuan lulusan yang dituangkan dalam standar kompetensi lulusan. Dalam klarifikasi Pasal 35 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa standar kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan penerima didik yang harus dipenuhinya atau dicapainya dari suatu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Standar Kompetensi Lulusan ialah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Tujuan

Standar Kompetensi Lulusan dipakai sebagai contoh utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.

Ruang Lingkup

Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan penerima didik yang diharapkan sanggup dicapai sesudah menuntaskan masa belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Monitoring dan Evaluasi

Untuk mengetahui ketercapaian dan kesesuaian antara Standar Kompetensi Lulusan dan lulusan dari masing-masing satuan pendidikan dan kurikulum yang dipakai pada satuan pendidikan tertentu perlu dilakukan monitoring dan penilaian secara terencana dan berkelanjutan dalam setiap periode. Hasil yang diperoleh dari monitoring dan penilaian dipakai sebagai materi masukan bagi penyempurnaan Standar Kompetensi Lulusan di masa yang akan datang.

Download selengkapnya Permendikbud Permendikbud No. 20 Tahun 2016 perihal Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah, silahkan klik pada tautan berikut. Semoga bermanfaat dan terimakasih... ...!

Lebih Terpelajar Persiapan Rilis Aplikasi Dapodik Sd, Smp, Sma, Smk Dan Slb Tahun Pelajaran 2016/2017

Sahabat Operator Dapodik SD, SMP, SMA, Sekolah Menengah kejuruan dan SLB se-Indonesia yang berbahagia...

Berdasarkan isu resmi yang dirilis dari situs Dapodik yang mulai tahun pelajaran 2016/2017 ini merupakan portal Data Pokok Pendidikan secara nasional untuk jenjang pendidikan dasar sekaligus menengah yakni SD, SMP, SMA, Sekolah Menengah kejuruan dan SLB yang ditujukan kepada Yth. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Sekolah, Operator Dapodik di Seluruh Nusantara selengkapnya sebagai berikut:

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hari Senin Tanggal 18 Juli 2016 yaitu Hari Pertama Sekolah di Tahun Pelajaran 2016/2017, hari dimulainya proses pembelajaran di tahun pelajaran baru. Pergantian tahun pelajaran yaitu momen besar bagi sekolah di mana sekolah telah meluluskan dan mengantarkan anak didiknya untuk menempuh pendidikan di jenjang berikutnya, juga telah melaksanakan proses kenaikan tingkat pada siswa-siswanya dan telah juga membuka proses penerimaan siswa baru. Sebuah pekerjaan besar yang akan terus berulang setiap tahunnya.

Semua proses periodikal yang dilaksanakan tersebut juga harus diikuti dengan melaksanakan proses dan pemutakhiran data pada sistem pendataan Dapodik, oleh akhirnya pergantian tahun pedoman gres juga merupakan momen penting bagi pendataan Dapodik. Di awal tahun pedoman Operator Dapodik akan melaksanakan proses kelulusan, proses kenaikan kelas, memasukkan data siswa gres dan melaksanakan pemutakhiran terhadap seluruh data-data periodik.

Memasuki Tahun Pelajaran Baru 2016/2017 ini Aplikasi Dapodik juga akan memasuki periode baru, di mana akan dirilis Aplikasi Dapodik 2016. Aplikasi Dapodik 2016 yaitu pengembangan dan penggabungan dari Aplikasi Dapodik SD/SMP/SLB dan Aplikasi Dapodik SMA/SMK, jadi Aplikasi Dapodik 2016 sanggup dipakai untuk sekolah jenjang SD, SMP, SLB, Sekolah Menengan Atas dan SMK. Secara teknis Aplikasi Dapodik 2016 juga mendapatkan pengembangan dan perubahan yang cukup banyak, baik dari sisi tampilan, pengembangan mekanisme Registrasi maupun penambahan fitur dan atribut-atribut data gres lainnya.

Guna mendukung kesuksesan dan kelancaran sekolah dalam melaksanakan pemutakhiran data memakai Aplikasi Dapodik 2016 ini, maka perlu dilakukan beberapa persiapan dan pemahaman biar proses update versi aplikasi maupun proses pemutakhiran data berjalan lancar. Berikut yaitu beberapa persiapan yang perlu dilakukan oleh sekolah:

1. PERSIAPAN KOMPUTER SERVER

Sebagaimana diketahui bahwa pendataan Dapodik telah terintegrasi dengan banyak sekali system lain untuk melayani kebutuhan data transaksional di Lingkungan Kemendikbud. Maka aplikasi Dapodik harus senantiasa di update dan up grade dari sisi fitur dan teknologinya untuk memenuhi banyak sekali tuntutan tersebut. Maka dari itu dari sisi teknis kompleksitas Aplikasi Dapodik terus mengalami peningkatan, dimana hal ini menuntut spesifikasi teknis dari komputer yang cukup baik biar Aplikasi Dapodik sanggup berjalan dengan optimal. Berikut yaitu spesifikasi teknis yang disarankan:

A. Spesifikasi perangkat keras yang diharapkan adalah:

Processor minimal Pentium Core Duo
Memory minimal 2 GigaByte
Storage tersisa minimal 400 MegaByte
CD/DVD drive jikalau instalasi melalui media CD/DVD

B. Spesifikasi perangkat lunak yang diharapkan adalah:

1.   Windows 7 32 & 64 Bit
2.   Windows 8 32 & 64 Bit
3.   Windows 8.1 32 & 64 Bit
4.   Windows 10 32 & 64 Bit
5.   Layar Monitor dengan resolusi minimal 1024 x 768

C. Terpasang web Browser versi baru

·       Mozilla Firefox
·       Google Chrome
·       Opera
·       Comodo
·       UC Browser

2. PERSIAPAN SDM, KODE REGISTRASI DAN AKUN APLIKASI DAPODIK

Peran Operator Dapodik sangatlah penting sebagai pelaku utama operasional Aplikasi Dapodik. Bagi sekolah yang pada tahun pelajaran gres ini juga memiliki/menunjuk Operator Dapodik yang gres maka Kepala Sekolah diharapkan segera menerbitkan SK penugasannya.

SK tersebut segera didaftarkan ke Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) melalui laman: http://sdm.data.kemdikbud.go.id/.  Dengan SK penugasan tersebut operator sanggup melaksanakan verifikasi dan validasi data pokok pendidikan.

Pada Aplikasi Dapodik 2016 database nya telah dilakukan upgrade versi untuk mengakomodir perkembangan kebutuhan. Maka untuk memakai Aplikasi Dapodik 2016 sekolah yang sebelumnya memakai Aplikasi Dapodik SD/SMP/SLB versi 4.1.1 dan Aplikasi Dapodik SMA/SMK versi 8.4.0 harus melaksanakan install ulang memakai Installer Dapodik 2016 dan melaksanakan pendaftaran ulang kembali.

Terdapat pengembangan pada methodology pendaftaran pada Aplikasi Dapodik 2016, yaitu sanggup dilakukan secara Off Line dan On Line. Secara garis besar methode Off Line dilakukan dengan mendownload prefill sedangkan methode On Line pendaftaran dilakukan secara on line tanpa perlu mendownload prefill sebelumnya. Untuk keperluan pendaftaran ini maka Operator Dapodik harus menyiapkan:

A. Kode Registrasi

Siapkan Kode Registrasi aktif untuk sekolah masing-masing, instruksi pendaftaran akan diharapkan untuk melaksanakan download prefill atau pendaftaran on line. Untuk Sekolah Menengan Atas dan Sekolah Menengah kejuruan instruksi pendaftaran sanggup dilihat pada laman: http://sdm.data.kemdikbud.go.id/. Sedangkan untuk SD, Sekolah Menengah Pertama dan SLB sanggup meminta/menanyakan ke KKdatadik di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat.

B. Akun Aplikasi Dapodik

Siapkan akun aplikasi Dapodik berupa user dan password yang telah diregistrasikan pada aplikasi Dapodik versi sebelumnya (Dapodik SD/SMP/SLB 4.1.1 dan Dapodik SMA/SMK 8.4.0) dan telah terdaftar di server Dapodik Pusat. Akun berupa user dan password ini akan diharapkan untuk melaksanakan download prefill atau pendaftaran on line. Bagi operator gres (SD/SMP/SLB/SMA/SMK) sanggup meminta user dan password Aplikasi Dapodik dari operator usang atau meminta dibuatkan akun gres kepada:

- KKdatadik Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
- Tim Support Dapodikdasmen Pusat

3. Persiapan Data

Di tahun pelajaran 2016/2017 yang gres tentunya banyak sekali data-data di Aplikasi Dapodik yang harus di lakukan  pemutakhiran dan data gres yang harus dimasukkan. Untuk membantu Operator Dapodik dalam mengumpulkan data awal dan validasi data kepada pemilik data ( peserta didik, GTK, sarpras, dll) maka telah disiapkan formulir pendataan. Formulir pendataan yang telah diisi dan di validasi oleh pemilik data akan menjadi dasar bagi Operator Dapodik dalam entry data dan pemutakhiran data di Aplikasi Dapodik.

Di Aplikasi Dapodik 2016 juga ada penambahan validasi data Kartu Indonesia Pintar (KIP), oleh akhirnya sekolah sanggup mulai mendata siswanya yang telah mendapatkan KIP. Validasi data akan mencakup Nomor KIP dan Nama yang tertera di KIP.


Wednesday, 27 February 2019

Lebih Bakir Download Formulir Aplikasi Dapodik Tahun Pelajaran 2016/2017 Dan Juknis / Panduan Singkat Aplikasi Dapodik 2016 Sd, Smp, Sma, Smk Dan Slb Pra Rilis

Sahabat Operator Dapodik SD, SMP, SMA, Sekolah Menengah kejuruan dan SLB se-Indonesia yang sedang berbahagia...

Artikel berikut merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yaitu mengenai Persiapan Rilis Aplikasi Dapodik SD, SMP, SMA, Sekolah Menengah kejuruan dan SLB Tahun Pelajaran 2016/2017 yang aku share dari situs resmi dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id yang ditujukan kepada Yth. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Sekolah, Operator Dapodik di Seluruh Nusantara selengkapnya sebagai berikut:

Dalam rangka memperlihatkan klarifikasi dan pemahaman mengenai pengembangan Aplikasi Dapodik 2016, telah disiapkan Panduan Singkat Aplikasi Dapodik 2016.

Panduan ini akan berisi klarifikasi singkat mengenai perkembangan dan perubahan-perubahan pada Aplikasi Dapodik 2016, sekaligus sebagai panduan untuk melaksanakan up grade dari aplikasi Dapodik versi usang menjadi Aplikasi Dapodik 2016.

Informasi-informasi diatas penting untuk kami sampaikan diawal sebelum Aplikasi Dapodik 2016 dirilis sebagai bekal pemahaman awal untuk sanggup melaksanakan persiapan-persiapan yang dibutuhkan sehingga transformasi ke Aplikasi Dapodik 2016 sanggup berjalan dengan lebih baik. Sebagai info bahwa INSTALLER APLIKASI DAPODIK 2016 dalam waktu bersahabat akan segera dirilis.

Harapan kami info diawal ini sanggup menjadi pola bagi segenap stakeholder di sekolah untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih baik dan mendorong tercapainya data Dapodik 100% baik secara kuantitas maupun kualitas. Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu sekalian, kami ucapkan terima kasih.
 
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam Satu Data, Admin Dapodikdasmen

Silahkan download eksklusif panduan singkat aplikasi Dapodik Versi 2016 (Pra-Rilis) dan juga Formulir Aplikasi Dapodik SD, Sekolah Menengah Pertama dan SLB tahun pelajaran 2016/2017 pada link berikut :


Demikian info yang sanggup aku share ketika ini. Semoga bermanfaat dan terimakasih... Salam satu data...!

Lebih Akil Sajian Gres Dan Pembaruan Fitur / Fungsi Aplikasi Dapodik V.2016 Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017

Sahabat Operator Dapodik SD, SMP, SMA, Sekolah Menengah kejuruan dan SLB se-Indonesia yang sedang berbahagia...

Berdasarkan info resmi yang saya rangkum dari situs dapodikdasmen bahwa pendataan Dapodik telah terintegrasi dengan banyak sekali system lain untuk melayani kebutuhan data transaksional di Lingkungan Kemendikbud.

Maka aplikasi Dapodik harus senantiasa di update dan up grade dari sisi fitur dan teknologinya untuk memenuhi banyak sekali tuntutan tersebut. Oleh alasannya ialah itu, dari sisi teknis kompleksitas Aplikasi Dapodik terus mengalami peningkatan, dimana hal ini menuntut spesifikasi teknis dari komputer yang cukup baik supaya Aplikasi Dapodik sanggup berjalan dengan optimal.

Lalu, apa saja yang gres di aplikasi Dapodik versi 2016 yang akan dipakai untuk input / entry aplikasi Dapodik pada semester 1 tahun pelajaran 2016/2017 ini?

Baca juga : Persiapan Rilis Aplikasi Dapodik SD, SMP, SMA, Sekolah Menengah kejuruan dan SLB Tahun Pelajaran 2016/2017

Berikut beberapa sajian gres maupun pembaruan aplikasi Dapodik V.2016 dibandingkan dengan versi aplikasi Dapodikdas maupun Dapodikmen pada versi sebelumnya, selengkapnya sebagai berikut:

1.   1 (satu) aplikasi Dapodik V.2016 untuk semua jenjang pendidikan mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, Sekolah Menengah kejuruan dan SLB.

2.   Aplikasi Dapodik V.2016 tampil dengan wajah baru.

3.   Fitur pendaftaran oleh operator Dapodik sanggup dilakukan secara online maupun offline.

·       Registrasi online tidak memerlukan data prefill
·       Registrasi offline memerlukan data prefill
·       Gunakan username dan password yang terdaftar di server Dapodik (sama dengan dikala unduh prefill).

4.   Halaman generate prefill Dapodik V.2016 tampil dengan wajah baru. Dan pada laman generate prefill ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan, yakni:
·       Untuk sanggup melaksanakan generate prefill dibutuhkan username dan password yang terdaftar di server Dapodik (sinkronisasi terakhir)
·       Jangan pendaftaran dengan memakai prefill kadaluarsa (lama),jika ingin pindah ke komputer lain lakukan siklus“sinkronisasi– generate prefill ulang”. (untuk mencegah duplikasi data).

5.   Dinas Kabupaten / Kota bertanggung jawab atas pengguna Dapodik. Berikut beberapa Otoritas (kuasa wewenang) KKDATADIK Kabupaten/Kota:
·       Registrasi data operator sekolah gres (username dan password)
·       Reset password aplikasi Dapodik (jika diperlukan)
·       Penonaktifan operator sekolah (jika diperlukan)
·       Reset isyarat registrasi.

6.   Fungsi tambah PTK Baru dinonaktifkan.

Untuk menambah data PTK gres sanggup dilakukan oleh KKDATADIK dan Bidang Kepegawaian Dinas pendidikan kabupaten/kota.

7.   Foto profil pengguna dan sekolah. Catatan: foto hanya tersimpan di database lokal saja, tidak terkirim ke server pusat.

8.   Mari isi data pendukung Sekolah Aman sekolahaman.kemdikbud.go.id.

9.   Pembaruan sajian sanitasi.

10.    Pembaruan sajian MoU (memorandum of understanding) Kerjasama untuk SMK.

11.    Siapkan data peserta didik akseptor KIP.

·       Bagi peserta didik yang tidak bersedia mendapatkan KIP, inputkan alasannya (menolak, sudah mampu, mendapatkan sumbangan sejenis dari PEMDA)
·       Bagi peserta didik yang bersedia mendapatkan KIP, inputkan data yang diminta sesuai dengan yang tertera pada KIP.

12.    Status kondisi prasarana.

13.    Pembaruan validasi.

·  Status invalid (tanda seru dengan latar belakang bulat merah) mencegah sinkronisasi.
·  Status warning (tanda seru dengan latar belakang segitiga biru) tidak mencegah sinkronisasi.

Pertanyaan selanjutnya, kapan aplikasi akan dirilis? Yang terperinci tak akan usang lagi installer gres aplikasi V.2016 akan segera dirilis....:)

Pastikan pelajari panduan penggunaan aplikasi Dapodik versi 2016, unduh installer aplikasi dapodik versi 2016 dari laman dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id. Semoga bermanfaat dan terimakasih... Salam satu data...!


Tuesday, 26 February 2019

Lebih Berakal Aplikasi Dapodik V.2016 Untuk Input Data Dapodik Sd-Smp-Sma-Smk-Slb Mulai Tahun Pelajaran 2016/2017

Sahabat Operator Dapodik SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB di tahun pelajaran2016/2017 yang sedang berbahagia...

Alhamdulillah... Kepastian akan adanya penyatuan aplikasi Dapodikdas yang sebelumnya dipakai untuk input Dapodik jenjang SD, SMP, dan SLB dengan aplikasi Dapodikmen untuk input Dapodik jenjang pendidikan menengah (SMA dan SMK) mulai pada semester 1 (ganjil) tahun pelajaran 2016/2017 ini kasatmata telah diintegrasikan dalam satu aplikasi Dapodik generasi 5 pada versi V.2016.

Seperti halnya yang telah diinformasikan secara resmi melalui portal Data Pokok Pendidikan secara nasional untuk jenjang pendidikan dasar sekaligus menengah ialah SD, SMP, SMA, Sekolah Menengah kejuruan dan SLB yang ditujukan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Sekolah, Operator Dapodikdi Seluruh Nusantara bahwasannya Aplikasi Dapodik 2016 merupakan pengembangan dan penggabungan dari Aplikasi Dapodik SD/SMP/SLB dan Aplikasi Dapodik SMA/SMK.

Sehingga, aplikasi Dapodik 2016 sanggup dipakai untuk sekolah jenjang SD, SMP, SLB, Sekolah Menengan Atas dan SMK. Secara teknis Aplikasi Dapodik 2016 juga mendapat pengembangan dan perubahan yang cukup banyak, baik dari sisi tampilan, pengembangan mekanisme Registrasi maupun penambahan fitur dan atribut-atribut data gres lainnya.

Lalu, apa saja penambahan fitur / fungsi gres dan pembaruan di aplikasi dapodik V.2016 SD, SMP, SMA, Sekolah Menengah kejuruan dan SLB, selengkapnya silahkan baca pada artikel berikut ini.

Pada Aplikasi Dapodik Versi 2016 database nya telah dilakukan upgrade versi untuk mengakomodir perkembangan kebutuhan. Maka untuk memakai Aplikasi Dapodik V.2016 sekolah yang sebelumnya memakai Aplikasi Dapodik SD/SMP/SLB versi 4.1.1 dan Aplikasi Dapodik SMA/SMK versi 8.4.0 harus melaksanakan install ulang memakai Installer Dapodik 2016 dan melaksanakan pendaftaran ulang kembali.

Sebelum melaksanakan proses instalasi aplikasi Dapodik V.2016 nantinya, setiap sekolah perlu mempersiapkan sarana input data serta mempersiapkan segala hal yang mengumpulkan data awal dan validasi data kepada pemilik data ( penerima didik, GTK, sarpras, dll) dengan memakai format formulir untuk diinput datanya oleh masing-masing operator  sekolah di aplikasi Dapodik V.2016 nantinya. Adapun format formulir tersebut ketika ini telah disiapkan Dirjen Dikdasmen yang sanggup diunduh pribadi pada links berikut.

Dan khususnya bagi rekan-rekan operator sekolah, silahkan pelajari dulu Panduan singkat aplikasi Dapodik V.2016 Pra Rilis untuk tahap pengenalan supaya kita lebih siap dalam proses pengerjaan nantinya, download buk panduan singkat aplikasi Dapodik V.2016 pra rilis sanggup didownload langsng dengan klik di sini.

Setelah aplikasi Dapodikdas V.2016 dirilis resmi nantinya, maka installer aplikasi Dapodik V.2016 yang kemungkinan juga akan disertakan juga Panduan Manual Aplikasi Dapodik V.2016 nantinya sanggup diunduh pribadi dari situs resminya pada URL  http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/unduhan.

Selamat bertugas bagi seluruh rekan Operator Dapodik jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB se-Nusantara. Semoga sukses selalu... Salam satu data berkualitas...!

Lebih Bakir Rasio Minimal Jumlah Siswa / Peserta Didik Terhadap Guru Dalam Pp Nomor 74 Tahun Sebagai Syarat Akseptor Tpg Mulai Berlaku Pada Tahun Pelajaran 2016/2017

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Tunjangan Sertifikasi Guru atau yang disebut dengan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yaitu pemberian yang diberikan kepada pendidik / guru yang mempunyai akta pendidik sebagai penghargaan atas profesionalitasnya. 

Yang selanjutnya akta pendidik akan dipakai sebagai salah satu sasaran pemberian profesi yaitu guru pegawai negeri sipil tempat (PNSD) yang telah mempunyai akta pendidik dan nomor pendaftaran guru, memenuhi beban kerja, dan melakukan kiprah dan fungsinya secara profesional.

Ada berbahagia kriteria dan syarat bagi guru yang telah bersertifikat pendidik selain adanya Sertifikat Pendidik yang linear dengan mata pelajaran yang diajarkannya, mempunyai NRG (Nomor Registrasi Guru), jumlah jam mengajar minimal (JJM) sebanyak 24 jam perminggunya dan lain-lain.

Selanjutnya sebagai salah satu syarat guru sanggup mendapatkan pemberian profesi guru (TPG) mulai tahun pelajaran 2016/2017 ini menurut Permendikbud Nomor 17 Tahun 2016 yakni harus terpenuhinya rasio guru ibarat rasio minimal jumlah siswa / peserta didik terhadap guru yang termaktub dalam PP Nomor 74 Tahun 2008 wacana Guru.

Ketentuan tersebut tercantum dalam lampiran Permendikbud Nomor 17 Tahun 2016 wacana Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi dan Tambahan Penghasilan Bagi Guru Pegawai Negeri Sipil tepatnya pada bab A. Kriteria Guru Penerima Nomor 5 yang berbunyi : bertugas pada satuan pendidikan yang mempunyai rasio peserta didik terhadap guru di satuan pendidikan sesuai ketentuan pasal 17 Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 wacana Guru mulai tahun pelajaran 2016/2017.

Adapun, salah satu hal penting yang menjadi salah satu syarat bagi guru peserta pemberian profesi guru yang mulai diberlakukan pada tahun pelajaran 2016/2017  yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 wacana Guru ini terdapat pada pasal 17, yakni : Guru Tetap pemegang Sertifikat Pendidik berhak mendapatkan pemberian profesi apabila mengajar di satuan pendidikan yang rasio minimal jumlah peserta didik terhadap gurunya, untuk masing-masing jenjang/tingkat pendidikan yaitu sebagai berikut :

a.   TK, RA, atau yang sederajat 15:1;
b.   SD atau yang sederajat 20:1;
c.   MI atau yang sederajat 15:1;
d.   SMP atau yang sederajat 20:1;
e.   MTs atau yang sederajat 15:1;
f.    SMA atau yang sederajat 20:1;
g.   MA atau yang sederajat 15:1;
h.   SMK atau yang sederajat 15:1; dan
i.    MAK atau yang sederajat 12:1.

Demikian gosip mengenai rasio minimal jumlah siswa / peserta didik terhadap guru pada Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 wacana Guru mulai diberlakukan mulai tahun pelajaran 2016/2017 ini. Semoga bermanfaat dan terimakasih... Salam Edukasi...!

Jadi Arif Pola Standar Operasional Mekanisme Pendidikan Anak Usia Dini


Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menjalankan suatu pekerjaan dengan berpedoman pada tujuan yg harus dicapai. Penetapan langkah tersebut dituangkan secara tertulis mengenai apa yang harus dilakukan, kapan, dimana , oleh siapa dan dengan cara bagaimana. Sehingga SOP menjadi cara baku, yang disepakati dan diterapkan oleh semua orang yang ada di satuan PAUD.

Kegiatan harian ini dilaksanakan secara bantu-membantu antara tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan orang renta kemudian dilatihkan kepada anak setiap ketika semenjak anak datang/masuk dipintu gerbang sekolah hingga pulang kembali/dijemput oleh orang renta masing-masing. Untuk memudahkan para tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan orangtua dalam melatihkan pendidikan perilaku. Maka telah dirumuskan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sanggup dijadikan panduan bagi seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan di PAUD.

Apa aktivitas harian?


Kegiatan harian dimaksudkan aktivitas yang sanggup diikuti oleh anak semenjak kedatangan hingga pulang termasuk aktivitas di sudut, area dan sentra.

Apa Manfaatnya?


  • Layanan PAUD lebih terarah
  • Setiap aktivitas lebih bermakna tidak sekedar aktivitas rutin.

Contoh aktivitas harian


  • Kedatangan Anak/Penyambutan Anak
  • Kegiatan Pembuka/Pengalaman Motorik Kasar
  • Latihan ke Kamar mandi
  • Cuci Tangan
  • Kegiatan Makan
  • Waktu Istirahat
  • Kepulangan
  • Penjemputan Anak

Manfaat Memiliki SOP


  • Semua orang yang ada di satuan PAUD mempunyai standar yang sama dalam melayani dan memfasilitasi anak belajar.
  • Memudahkan dalam pengkaderan bagi pendidik yunior untuk mengenal cara menunjukkan layanan.
  • Sebagai warta terbuka bagi tenaga pendidik, kependidikan dan orang renta perihal layanan yang baik dan sistematis.

Ringkasan


  • SOP ialah alat yg baik utk membakukan pelaksanaan suatu kegiatan
  • SOP yg baik harus singkat, jelas, ringkas, komplit, obyektif
  • SOP harus berisi semua langkah yg penting akan tetapi mustahil dibentuk sedemikian detil sehingga semua pertanyaan pekerja sanggup terjawab

Kedatangan anak/penyambutan anak


Tujuan:
Memberikan rasa nyaman dan kondusif bagi anak dan orangtua/pengantar ketika memasuki lingkungan sekolah.

Manfaat:
Pengantar merasa nyaman ketika meninggalkan anak di lingkungan sekolah. Pendidikan sikap yang dikembangkan:
  1. Kemandirian, rendah hati, santun berbicara, kasih sayang dan tanggung jawab
  2. Saat anak memasuki lingkungan sekolah, guru/pendidik mempersiapkan diri menyambut anak ( Kemandirian)
  3. Pendidik memposisikan badan sejajar dengan ketinggian anak dan mengupayakan kontak mata, berjabat tangan, mengucap salam, menyapa nama anak, menanyakan kabar anak dengan ramah memakai bahasa yang sanggup dipahami anak. (Rendah hati, Santun berbicara)
  4. Pendidik sanggup mengekspresikan kasih sayang kepada anak contohnya dalam bentuk: pelukan, usapan tangan, hanya jikalau anak merasa nyaman. (Kasih sayang)
  5. Pendidik mempersilahkan anak untuk menyimpan barang langsung di tempatnya secara berdikari (kemandirian, tanggung jawab)
  6. Pendidik melaksanakan cek kondisi fisik dan kesehatan anak secara umum sambil mengajak bercakap-cakap perihal hal-hal ringan.(santun berbicara)
  7. Pendidik mengamati anak dan mengambil tindakan yang dibutuhkan jikalau menemukan kondisi fisik dan kesehatan anak yang perlu penanganan

Jadi Arif Pola Lengkap Manajemen Pengelolaan Inventaris / Aset Sekolah


Setelah artikel sebelumnya wacana buku catatan inventaris sekolah, sekarang saatnya aku lengkapi sesuai impian pembaca. Tidak banyak yang aku bagikan, hanya beberapa poin yang mungkin sangat dibutuhkan dalam pengelolaan aset / inventaris sekolah. Dimana dengan adanya format manajemen inventaris ini dibutuhkan dapat mengetahui kondisi barang yang ada di sekolah. Baik itu dalam keadaan baik, rusak ringan / berat, belum ada, dan lain-lain.

Contoh Administrasi Pengelolaan Inventaris Sekolah ini hanya sebagai referensi kepada anda pengelola / kepala / operator sekolah, untuk seterusnya dapat di edit menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah anda. Sedangkan isi dari file Contoh Lengkap Administrasi Pengelolaan Inventaris / Aset Sekolah ini sebagai berikut ini:

  • kebutuhan barang
  • rekap kebutuhan barang
  • data pembelian barang
  • rekapitulasi pendataan perangkat alat
  • format peminjaman/penggunaan barang
  • jadwal pemeliharaan alat
  • kartu catatan perbaikan barang
  • laporan kerusakan alat (usul)
  • format undangan penggunaan ATK
  • buku jurnal ATK
  • buku inventaris

Atau untuk lebih jelasnya dapat lihat preview berikut ini


Itu saja artikel membuatkan dari wacana Contoh Lengkap Administrasi Pengelolaan Aset Sekolah, dan dapat anda download pada link dibawah ini:

Contoh manajemen aset sekolah. Untuk referensi surat kiprah pengadaan barang sekolah, dapat anda cek dibawah ini:

Contoh Lengkap Administrasi Pengelolaan Inventaris / Aset Sekolah

Demikian dari kami, biar dapat mambantu dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin...

Jadi Cendekia Cara Menciptakan Top Disqus Commentators For Blogger Dengan Efek Show Hide


Sistem komentar disqus banyak menjadi pilihan kaum blogger termasuk aku alasannya ialah selain tampilan yang elegan dan minimalis, disqus juga mempunyai fitur yang tak kalah anggun dengan sistem komentar lainya, menyerupai recent comment dan top commentators. Top disqus commentators ini biasa kita lihat di dashboard sendiri, namun ternyata dapat di pasang di blog juga.

Terinspirasi dari blog kompiajaib.com yang ketika ini ada tombol untuk menampilkan top disqus commentators ini, hanya saja mas adhy menyimpannya di halaman statis. Itu menciptakan aku mulai mengobok-obok browser, kali aja ada script untuk menampilkannya di blog. Akhirnya aku menemukan script ini di blog.kangismet.net untuk dipasang di sidebar sebagai widget top disqus commentators.

Akhirnya aku mencoba berinovasi untuk menampilkannya diatas kolom komentar dengan efek show hide biar tidak mengganggu ruang menyerupai yang anda lihat pada gambar animasi gif diatas. Jika anda tertarik untuk memasang top disqus commentators widget diatas kolom komentar sebaiknya ikuti langkah berikut ini: (Sebelumnya pastikan blog anda sudah terpasang jquery library dan font awesome)

1. Simpan instruksi dibawah ini diatas </head>
<style type='text/css'>
/*<![CDATA[*/
#topcomment{display:block;width:100%;margin:0 auto;padding:10px 0 0;-moz-box-sizing:border-box;-webkit-box-sizing:border-box;box-sizing:border-box;height:auto}
.topcomment-sh{width:auto;height:40px;background:#fff;color:#666;margin-top:20px;text-align:center;font-size:18px;line-height:40px;position:relative;cursor:pointer;border-bottom:1px solid #ddd}
.topcomment-sh:hover{background:#337ab7;color:#fff}
#topcomment-box{background:#fff;padding:10px 20px 10px 20px;display:none}
.dsq-widget ul.dsq-widget-list{padding:0!important;margin-right:-30px!important;text-align:left}
img.dsq-widget-avatar{margin:0 10px 7px 0!important;width:58px!important;height:58px!important;padding:0!important;float:left;border-radius:3px!important}
li.dsq-widget-item{margin:0 2% 5px 0!important;padding:0 0 4px!important;list-style-type:none;clear:none!important;border-bottom:1px solid #ddd;display:inline;float:left;width:30.333333%}
a.dsq-widget-user{font-weight:500!important;display:block!important;margin-bottom:5px}
.clear{clear:both!important}
/*]]>*/
</style>

yang aku tandai, kalau sudah ada dihapus saja.

2. Kemudian cari css untuk komentar disqus, biasanya menyerupai ini
#comments{background:#fff;clear:both;margin:20px 0;line-height:1em;padding:5px 20px}
ubah margin-nya menjadi margin:0px!important;

3. Selanjutnya silahkan copy instruksi berikut:
<div class='topcomment-sh' onclick='toggleNavPanel2(&apos;topcomment-box&apos;)'><i aria-hidden='true' class='fa fa-comments'/><span id='topcomment-button'> Show Top Commentators</span></div>
<div id='topcomment-box'>
<div class='dsq-widget' id='topcomment'>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
document.write("<scr" + "ipt type=\"text/javascript\" src=\"https://username.disqus.com/top_commenters_widget.js?num_items=15&hide_mods=1&hide_avatars=0&avatar_size=32\"></scr" + "ipt>");
//]]>
</script>
</div>
<div class='clear'/>
</div>

lalu simpan sempurna dibawah instruksi ini
<b:includable id='comments' var='post'>
Jika blog anda memakai 3 sistem komentar, silahkan simpan sempurna dibawah instruksi ini:
<div class='disqus-box' id='disqus-box'>

Keterangan:
username : ganti dengan user nama disqus anda
num_items : jumlah tampilan (silahkan atur jumlahnya)
hide_mods : sembunyikan komentar admin (1 sembunyi, 0 tampil)
hide_avatars : sembunyikan gambar (1 sembunyi, 0 tampil)
avatar_size : mengatur ukuran gambar user

4. Terakhir silahkan simpan script dibawah ini diatas </body>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
function toggleNavPanel2(e){var t=document.getElementById(e),c=document.getElementById("topcomment-button"),l="block";t.style.display==l?(t.style.display="none",c.innerHTML="Show Top Commentator"):(t.style.display="block",c.innerHTML="Hide Top Commentator")}
$("#topcomment a").filter(function(){return this.hostname&&this.hostname!==location.hostname}).attr('rel', 'nofollow').attr('target', '_blank');
//]]>
</script>

Bagaimana, gampang kan? selamat mencoba...

Referensi:
/search?q=membuat-parse-tool-untuk-text-style
/search?q=membuat-parse-tool-untuk-text-style

Jadi Terpelajar Cara Menciptakan Top Disqus Commentators Pada Pesan Komentar


Setelah kemarin saya sudah menciptakan artikel ihwal cara menciptakan top disqus commentators diatas kolom komentar, saya rasa sudah cukup praktis untuk di modifikasi ulang sesuai selera. Namun ternyata masih ada yang kesulitan memasang top disqus commentators ini ke dalam kotak pesan komentar disqus. Karena itu disini saya akan menyebarkan kepada para sobat blogger tips dan trik memasangnya kedalam pesan komentar.

Sebelumnya ada 2 hal dan cara yang harus diperhatikan; bahwa ada kotak pesan komentar disqus untuk 3 sistem komentar menyerupai blog kompiajaib.com, ada pula kotak pesan komentar untuk komentar disqus saja menyerupai pada blog ini. Makara perhatikan langkah-langkahnya dan jangan sambil tidur agar tidak nyasar kemana-mana, dan pastikan blog anda sudah terpasang jquery library dan font awesome.

Model pertama untuk pengguna 3 sistem komentar


Pastikan bahwa blog anda sudah memakai kotak pesan untuk 3 sistem komentar. Jika belum, silahkan buat kotak pesan pada url postingan KompiAjaib dibawah ini:
/search?q=cara-membuat-top-disqus-commentators

Selanjutnya kita akan menyisipkan top disqus commentators pada kotak pesan disqus.

1. Silahkan cari instruksi dibawah ini dan tambahkan instruksi menyerupai yang saya tandai;
.tombol-pesan{display:block;font-weight:500;float:left;}
lalu simpan instruksi dibawah ini diatas </head>
 <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<style type='text/css'>
/*<![CDATA[*/
.topcomment-sh{display:inline;float:right;font-size:12px;line-height:1.5;border-radius:3px;padding:2px 5px;color:#fff!important;background-color:#337ab7;border-color:#2e6da4;box-sizing:border-box;font-weight:400;margin-left:10px;cursor:pointer;}
.topcomment-sh:hover{color:#fff;background-color:#286090;border-color:#204d74}
#topcomment{display:block;width:100%;margin:0 auto;padding:10px 0 0;-moz-box-sizing:border-box;-webkit-box-sizing:border-box;box-sizing:border-box;height:auto}
#topcomment-box{padding-top:30px;display:none}
.dsq-widget ul.dsq-widget-list{padding:0!important;margin-right:-30px!important;text-align:left}
img.dsq-widget-avatar{margin:0 10px 7px 0!important;width:58px!important;height:58px!important;padding:0!important;float:left;border-radius:3px!important}
li.dsq-widget-item{margin:0 2% 5px 0!important;padding:0 0 4px!important;list-style-type:none;clear:none!important;border-bottom:1px solid #ddd;display:inline;float:left;width:30.333333%}
a.dsq-widget-user{font-weight:500!important;display:block!important;margin-bottom:5px}
a.dsq-widget-user:hover{color:#444}
/*]]>*/
</style>
</b:if>

2. Copy instruksi dibawah ini
<div class='topcomment-sh' onclick='toggleNavPanel1(&apos;topcomment-box&apos;)'><i aria-hidden='true' class='fa fa-comments'/> <span id='topcomment-button'>Show Top Commentators</span></div>
<div id='topcomment-box'>
<div class='dsq-widget' id='topcomment'>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
document.write("<scr" + "ipt type=\"text/javascript\" src=\"https://user-name.disqus.com/top_commenters_widget.js?num_items=9&amp;hide_mods=1&amp;hide_avatars=0&amp;avatar_size=32\"></scr" + "ipt>");
//]]>
</script>
</div>
</div>
<div class='clear'/>
Keterangan:
username : ganti dengan user nama disqus anda
num_items : jumlah tampilan (silahkan atur jumlahnya)
hide_mods : sembunyikan komentar admin (1 sembunyi, 0 tampil)
hide_avatars : sembunyikan gambar (1 sembunyi, 0 tampil)
avatar_size : mengatur ukuran gambar user

dan simpan / paste sempurna diatas instruksi berikut;
<div id='isi-pesan'>

3. Terakhir simpan script dibawah ini diatas </body>
 <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
function toggleNavPanel1(e){var t=document.getElementById(e),c=document.getElementById("topcomment-button"),l="block";t.style.display==l?(t.style.display="none",c.innerHTML="Show Top Commentator"):(t.style.display="block",c.innerHTML="Hide Top Commentator")}
$("a").filter(function(){return this.hostname&&this.hostname!==location.hostname}).attr('rel', 'nofollow').attr('target', '_blank');
//]]>
</script>
</b:if>

Model kedua untuk pengguna komentar disqus saja


Jika blog anda hanya memakai komentar disqus dan ingin menciptakan pesan komentar menyerupai pada blog ini, silahkan perhatikan langkah dibawah ini:

1. Gunakan instruksi dibawah ini dan simpan diatas</head>
 <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<style type='text/css'>
/*<![CDATA[*/
.pesan-komentar{background:#444;padding:5px 10px 10px;width:auto;margin:20px 0;line-height:1.3em;position:relative;font-weight:400;border:1px solid #ddd;font-size:14px;color:#fff}
.pesan-komentar:before{content:"";width:0;height:0;position:absolute;bottom:-22px;left:14px;border:11px solid transparent;border-color:#fff transparent transparent}
.pesan-komentar:after{content:"";width:0;height:0;position:absolute;bottom:-20px;left:15px;border:10px solid transparent;border-color:#444 transparent transparent}
.pesan-komentar ul li{margin:0 20px;padding-left:0;list-style-type:disc}.btn,.mata,.parser,button{cursor:pointer}
.parser{float:left}
.checkbox{font:11px Tahoma,Verdana,Arial,Sans-Serif;line-height:1.6em;color:#eee;display:none}
#codes,#codes2{border:1px solid #ddd;width:100%;height:150px;display:block;background-color:#efefef;border-radius:3px;font:400 12px 'Courier New',Monospace;margin:7px 0 10px;padding:5px;box-sizing:border-box}
#opt1,#opt2,#opt3,#opt4,#opt5,.btn,.parser{display:inline-block;vertical-align:middle}
#codes:focus{background-color:#fff;color:#000;border:1px solid #ccc;outline:0}
.button-group{float:left;text-align:left;margin:-3px auto 0}
.button-group span{font:14px Tahoma,Verdana,Arial,Sans-Serif;vertical-align:2px;line-height:1;color:#555}
#opt1,#opt2,#opt3,#opt4,#opt5{border:none;outline:0;margin:0 10px 0 0}
#opt10,#opt11,#opt12,#opt13,#opt14,#opt15,#opt16,#opt17,#opt18,#opt19,#opt20,#opt6,#opt7,#opt8,#opt9{display:inline-block;vertical-align:middle;border:none;outline:0;margin:0}
.checkbox span{font:14px Tahoma,Verdana,Arial,Sans-Serif;vertical-align:middle;line-height:1;color:#555;margin-right:10px}
.btn,.btn:active{background-image:none}
.btn,.parser{font-weight:400;padding:6px 12px;margin-bottom:5px;font-size:14px;line-height:1.42857143;text-align:center;white-space:nowrap;-ms-touch-action:manipulation;touch-action:manipulation;-webkit-user-select:none;-moz-user-select:none;-ms-user-select:none;user-select:none;border:1px solid transparent;border-radius:4px}
.btn:active:focus,.btn:focus,.parser:active:focus,.parser:focus{outline:0}
.btn:focus,.btn:hover,.parser:focus,.parser:hover{color:#333;text-decoration:none;outline:0}
.btn:active,.parser:active{outline:0;-webkit-box-shadow:inset 0 3px 5px rgba(0,0,0,.125);box-shadow:inset 0 3px 5px rgba(0,0,0,.125)}
.btn-primary,.parser,.parser a{color:#fff!important;background-color:#337ab7;border-color:#2e6da4}
.btn-primary:focus,.button-group button:disabled,.parser:focus{color:#fff;background-color:#286090;border-color:#122b40}
.btn-primary:active,.btn-primary:hover,.parser:active,.parser:hover{color:#fff;background-color:#286090;border-color:#204d74}
.btn-danger{color:#fff!important;background-color:#d9534f;border-color:#d43f3a}.btn-danger:focus{color:#fff;background-color:#c9302c;border-color:#761c19}
.btn-danger:active,.btn-danger:hover{color:#fff;background-color:#c9302c;border-color:#ac2925}
.btn-xs,.parser{font-size:12px;line-height:1.5;border-radius:3px;padding:1px 5px}
#isi-pesan{display:block}
#konversi-pesan,#parser{display:none}
#isi-pesan li,#isi-pesan ul{list-style-type:disc!important}
#isi-pesan ul{padding-left:5px;margin-bottom:5px}
#parser{padding:0;margin:5px 0}
input.button-parse{padding:5px}
.strike{text-decoration:line-through}
.mata{float:right;padding-top:1px}
.clear{clear:both}
.topcomment-sh{display:inline;float:left;font-size:12px;line-height:1.5;border-radius:3px;padding:2px 5px;color:#fff!important;background-color:#337ab7;border-color:#2e6da4;box-sizing:border-box;font-weight:400;margin-left:10px;cursor:pointer;}
.topcomment-sh:hover{color:#fff;background-color:#286090;border-color:#204d74}
#topcomment{display:block;width:100%;margin:0 auto;padding:10px 0 0;-moz-box-sizing:border-box;-webkit-box-sizing:border-box;box-sizing:border-box;height:auto}
#topcomment-box{padding-top:30px;display:none}
.dsq-widget ul.dsq-widget-list{padding:0!important;margin-right:-30px!important;text-align:left}
img.dsq-widget-avatar{margin:0 10px 7px 0!important;width:58px!important;height:58px!important;padding:0!important;float:left;border-radius:3px!important}
li.dsq-widget-item{margin:0 2% 5px 0!important;padding:0 0 4px!important;list-style-type:none;clear:none!important;border-bottom:1px solid #ddd;display:inline;float:left;width:30.333333%}
a.dsq-widget-user{color:#ff0;font-weight:500!important;display:block!important;margin-bottom:5px}
a.dsq-widget-user:hover{color:#fff}
/*]]>*/
</style>
</b:if>

2. Selanjutnya copy instruksi dibawah ini;
<b:includable id='pesan-komentar' var='post'>
<div class='pesan-komentar' id='pesan-komentar'>
<div id='isi-pesan'>
<b>Note :</b>
<ul>
<li>Gunakan bahasa ramah lingkungan. Link promo masuk <b>Spam</b></li>
<li>Jika tidak mempunyai akun disqus, silahkan login dengan akun media umum anda.</li>
<li>Gunakan <b>parse tool</b> untuk style teks dan instruksi HTML.</li>
</ul>
<b:if cond='data:blog.isMobileRequest == &quot;false&quot;'>
<div class='parser' onclick='toggleNavPanel2(&apos;parser&apos;)'><i aria-hidden='true' class='fa fa-code'/> <span id='parser-button'>Show Parser Box</span></div>
<div class='topcomment-sh' onclick='toggleNavPanel1(&apos;topcomment-box&apos;)'><i aria-hidden='true' class='fa fa-comments'/> <span id='topcomment-button'>Show Top Commentators</span></div>
<div id='topcomment-box'>
<div class='dsq-widget' id='topcomment'>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
document.write("<scr" + "ipt type=\"text/javascript\" src=\"https://nomifrod.disqus.com/top_commenters_widget.js?num_items=9&amp;hide_mods=1&amp;hide_avatars=0&amp;avatar_size=32\"></scr" + "ipt>");
//]]>
</script>
</div>
</div>
<div class='clear'/>
<div id='parser'>
<textarea id='codes' placeholder='Tulis/paste instruksi atau teks di sini lalu klik tombol yang sesuai.' spellcheck='false'/> <span class='button-group'>
  <button class='btn btn-primary btn-xs' id='cvrt3' onclick='strongConvert();this.disabled = true;'>strong</button>
  <button class='btn btn-primary btn-xs' id='cvrt4' onclick='emConvert();this.disabled = true;'>em</button>
  <button class='btn btn-primary btn-xs' id='cvrt4' onclick='uConvert();this.disabled = true;'>u</button>
  <button class='btn btn-primary btn-xs' id='cvrt5' onclick='strikeConvert();this.disabled = true;'>strike</button>
  <button class='btn btn-primary btn-xs' id='cvrt7' onclick='preConvert();this.disabled = true;'>pre</button>
  <button class='btn btn-primary btn-xs' id='cvrt8' onclick='codeConvert();this.disabled = true;'>code</button>
  <button class='btn btn-primary btn-xs' id='cvrt9' onclick='precodeConvert();this.disabled = true;'>pre code</button>
  <button class='btn btn-primary btn-xs' id='cvrt10' onclick='spoilerConvert();this.disabled = true;'>spoiler</button>
  <button class='btn btn-danger btn-xs' onclick='cdClear();'>Bersihkan</button>
</span>
<span class='checkbox'>
  <input checked='' id='opt1' type='checkbox'/>
  <input checked='' id='opt2' type='checkbox'/>
  <input checked='' id='opt3' type='checkbox'/>
  <input checked='' id='opt4' type='checkbox'/>
  <input checked='' id='opt5' type='checkbox'/><br/>
  <input checked='' id='opt6' type='checkbox'/> <span>strong</span>
  <input checked='' id='opt7' type='checkbox'/> <span>em</span>
  <input checked='' id='opt8' type='checkbox'/> <span>u</span>
  <input checked='' id='opt9' type='checkbox'/> <span>strike</span><br/>
  <input checked='' id='opt10' type='checkbox'/> <span>pre</span>
  <input checked='' id='opt11' type='checkbox'/> <span>code</span>
  <input checked='' id='opt12' type='checkbox'/> <span>pre code</span>
  <input checked='' id='opt13' type='checkbox'/> <span>spoiler</span><br/>
</span>
</div></b:if>
    </div>
<div class='clear'/>
</div>
</b:includable>
dan simpan sempurna dibawah instruksi epilog pada instruksi berikut;
<b:includable id='threaded_comments' var='post'>
................
................
................
</b:includable>

3. Lalu copy instruksi pemanggil kotak pesan disqus dibawah ini;
<b:include data='post' name='pesan-komentar'/>
dan simpan sempurna diatas instruksi berikut;
<div class='comments' id='comments'>

4. Terakhir simpan script berikut diatas </body>
 <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
function cdClear(){var e=document.getElementById("codes");e.value="",e.focus();for(var t=document.querySelectorAll("#cvrt3, #cvrt4, #cvrt5, #cvrt6, #cvrt7, #cvrt8, #cvrt9, #cvrt10, #cvrt11"),c=0;c<t.length;c++)t[c].disabled=!1}function preConvert(){var e=document.getElementById("codes"),t=e.value,c=document.getElementById("opt1"),l=document.getElementById("opt2"),o=document.getElementById("opt3"),n=document.getElementById("opt4"),d=document.getElementById("opt5"),r=document.getElementById("opt10");t=t.replace(/\t/g," "),r.checked&&(c.checked&&(t=t.replace(/&/g,"&amp;")),l.checked&&(t=t.replace(/'/g,"&#039;")),o.checked&&(t=t.replace(/"/g,"&quot;")),n.checked&&(t=t.replace(/</g,"&lt;")),d.checked&&(t=t.replace(/>/g,"&gt;")),t=t.replace(/^/,"<pre>"),t=t.replace(/$/,"</pre>"),e.value=t,e.focus(),e.select())}function codeConvert(){var e=document.getElementById("codes"),t=e.value,c=document.getElementById("opt1"),l=document.getElementById("opt2"),o=document.getElementById("opt3"),n=document.getElementById("opt4"),d=document.getElementById("opt5"),r=document.getElementById("opt11");t=t.replace(/\t/g," "),r.checked&&(c.checked&&(t=t.replace(/&/g,"&amp;")),l.checked&&(t=t.replace(/'/g,"&#039;")),o.checked&&(t=t.replace(/"/g,"&quot;")),n.checked&&(t=t.replace(/</g,"&lt;")),d.checked&&(t=t.replace(/>/g,"&gt;")),t=t.replace(/^/,"<code>"),t=t.replace(/$/,"</code>"),e.value=t,e.focus(),e.select())}function precodeConvert(){var e=document.getElementById("codes"),t=e.value,c=document.getElementById("opt1"),l=document.getElementById("opt2"),o=document.getElementById("opt3"),n=document.getElementById("opt4"),d=document.getElementById("opt5"),r=document.getElementById("opt12");t=t.replace(/\t/g," "),r.checked&&(c.checked&&(t=t.replace(/&/g,"&amp;")),l.checked&&(t=t.replace(/'/g,"&#039;")),o.checked&&(t=t.replace(/"/g,"&quot;")),n.checked&&(t=t.replace(/</g,"&lt;")),d.checked&&(t=t.replace(/>/g,"&gt;")),t=t.replace(/^/,"<pre><code>"),t=t.replace(/$/,"</code></pre>"),e.value=t,e.focus(),e.select())}function spoilerConvert(){var e=document.getElementById("codes"),t=e.value,c=document.getElementById("opt13");t=t.replace(/\t/g," "),c.checked&&(t=t.replace(/^/,"<spoiler>"),t=t.replace(/$/,"</spoiler>"),e.value=t,e.focus(),e.select())}function strongConvert(){var e=document.getElementById("codes"),t=e.value,c=document.getElementById("opt6");t=t.replace(/\t/g," "),c.checked&&(t=t.replace(/^/,"<strong>"),t=t.replace(/$/,"</strong>"),e.value=t,e.focus(),e.select())}function emConvert(){var e=document.getElementById("codes"),t=e.value,c=document.getElementById("opt7");t=t.replace(/\t/g," "),c.checked&&(t=t.replace(/^/,"<em>"),t=t.replace(/$/,"</em>"),e.value=t,e.focus(),e.select())}function uConvert(){var e=document.getElementById("codes"),t=e.value,c=document.getElementById("opt8");t=t.replace(/\t/g," "),c.checked&&(t=t.replace(/^/,"<u>"),t=t.replace(/$/,"</u>"),e.value=t,e.focus(),e.select())}function strikeConvert(){var e=document.getElementById("codes"),t=e.value,c=document.getElementById("opt9");t=t.replace(/\t/g," "),c.checked&&(t=t.replace(/^/,"<strike>"),t=t.replace(/$/,"</strike>"),e.value=t,e.focus(),e.select())}function toggleNavPanel2(e){var t=document.getElementById(e),c=document.getElementById("parser-button"),l="block";t.style.display==l?(t.style.display="none",c.innerHTML="Show Parser Box"):(t.style.display="block",c.innerHTML="Hide Parse Box")}
function toggleNavPanel1(e){var t=document.getElementById(e),c=document.getElementById("topcomment-button"),l="block";t.style.display==l?(t.style.display="none",c.innerHTML="Show Top Commentator"):(t.style.display="block",c.innerHTML="Hide Top Commentator")}
$("a").filter(function(){return this.hostname&&this.hostname!==location.hostname}).attr('rel', 'nofollow').attr('target', '_blank');
//]]>
</script>
</b:if>

Supaya tidak mengganggu loading blog, anda dapat menghosting dan men-defer script diatas di penyedia hosting kesayangan anda tapi jangan di google drive alasannya sudah ditutup. lalu gunakan script dibawah ini;
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
function downloadJSAtOnload(){var d=document.createElement("script");d.src="url-hosting.js",document.body.appendChild(d)}window.addEventListener?window.addEventListener("load",downloadJSAtOnload,!1):window.attachEvent?window.attachEvent("onload",downloadJSAtOnload):window.onload=downloadJSAtOnload;
//]]>
</script>
</b:if>

ganti yang saya tandai dengan url file.js tersebut.
selesai dan selamat mencoba...